Bukan 2026! Ini Alasan Pembangunan Tol Jambi–Rengat Resmi Diundur

Menu Atas

Bukan 2026! Ini Alasan Pembangunan Tol Jambi–Rengat Resmi Diundur

Portal Andalas
Senin, 05 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Informasi terbaru terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) kembali mencuat. Pembangunan ruas tol Jambi–Rengat yang sebelumnya dijadwalkan mulai dikerjakan pada 2026, kini dipastikan mengalami penyesuaian waktu pelaksanaan. Tahapan konstruksi utama diproyeksikan baru akan berlangsung secara intensif pada 2027, Senin (5/1/2026). Sampai memasuki awal Januari 2026, belum tampak aktivitas lapangan seperti pengerahan alat berat maupun pekerjaan fisik di titik rencana pembangunan. Penundaan ini disebut dipicu oleh berbagai persoalan administratif dan teknis yang masih harus dirampungkan. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi, Dedy Hariadi, menuturkan bahwa meskipun ruas Jambi–Rengat tetap termasuk proyek prioritas pemerintah, terdapat sejumlah tahapan krusial yang wajib diselesaikan sebelum pembangunan fisik dapat dimulai. Menurutnya, keterlambatan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor penting, di antaranya penyempurnaan perencanaan melalui penyesuaian desain teknis agar selaras dengan kondisi geografis terkini, kesiapan lahan yang masih dalam proses pembebasan dan memerlukan koordinasi lintas instansi, serta penataan anggaran melalui skema pembiayaan yang matang guna menjamin keberlanjutan proyek. “Prosesnya masih cukup panjang. Untuk tahun ini belum ada agenda konstruksi, dan kemungkinan besar pembangunan baru dimulai pada 2027,” ujar Dedy, Jumat (2/1/2026). Ruas tol Jambi–Rengat memiliki peran strategis dan tidak sekadar berfungsi sebagai jalan tol biasa. Jalur ini akan menjadi penghubung utama antara Provinsi Jambi dan Riau, sekaligus mempercepat konektivitas dari wilayah selatan hingga utara Pulau Sumatera. Keberadaan tol tersebut diperkirakan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah, mulai dari peningkatan efisiensi logistik dengan memangkas waktu distribusi komoditas unggulan seperti sawit dan karet, penurunan biaya operasional transportasi akibat efisiensi bahan bakar dan perawatan kendaraan, hingga tumbuhnya kawasan ekonomi baru di sepanjang perbatasan Jambi–Riau yang selama ini sulit dijangkau. Kendati mengalami penyesuaian jadwal, pemerintah melalui Kementerian PUPR menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan JTTS. Sepanjang 2026, fokus utama diarahkan pada penyelesaian aspek administratif serta pembersihan lahan, sehingga saat memasuki 2027, proses konstruksi dapat berjalan lancar tanpa hambatan hukum maupun teknis. Bagi masyarakat Jambi dan kalangan pelaku usaha, kepastian ini diharapkan menjadi dasar dalam menyusun perencanaan ekonomi ke depan, sembari menantikan terwujudnya konektivitas penuh antarwilayah di Pulau Sumatera melalui jaringan jalan tol.

Baca Juga