Batik Jambi Unjuk Gigi, Jambi Fashion Trend 2026 Berlangsung Meriah

Menu Atas

Batik Jambi Unjuk Gigi, Jambi Fashion Trend 2026 Berlangsung Meriah

Portal Andalas
Senin, 19 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Jambi – Gelaran Jambi Fashion Trend (JFT) 2026 yang dirangkai dalam Malam Apresiasi Perancang Busana “Jambi Elok Nian” berlangsung semarak di Anjungan Provinsi Jambi, Sabtu malam (17/1/2026). Ajang ini menjadi ruang apresiasi bagi para desainer lokal sekaligus ajang unjuk kekuatan batik Jambi kepada masyarakat luas. Acara tersebut dihadiri Gubernur Jambi Al Haris bersama istri Hesti Haris, Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafizh Fattah, Wakapolda Jambi, para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi, unsur Forkopimda, serta pimpinan lembaga vertikal seperti OJK dan Bank Indonesia. Daya tarik utama JFT 2026 terletak pada konsep peragaan busana yang melibatkan langsung para pejabat daerah. Peragaan dibuka oleh Gubernur Al Haris bersama istri dan putri bungsunya yang tampil di catwalk mengenakan batik Jambi hasil karya desainer lokal. Penampilan ini disambut meriah dan menjadi simbol nyata dukungan pimpinan daerah terhadap pengembangan industri kreatif. Selanjutnya, peragaan busana dilanjutkan oleh jajaran Forkopimda, para bupati dan wali kota, dan ditutup oleh kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Seluruh peserta tampil anggun mengenakan busana batik Jambi dengan beragam motif khas dari berbagai daerah. Dalam sambutannya, Al Haris menyampaikan bahwa JFT merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Provinsi Jambi sekaligus upaya strategis untuk menjaga keberlangsungan industri kreatif, khususnya sektor batik. “Kegiatan seperti ini perlu ditata dengan baik dan dilaksanakan secara berkelanjutan. Ke depan, kita akan mendorong setiap kabupaten dan kota untuk menampilkan motif batik khas daerah masing-masing,” kata Al Haris. Ia juga menyoroti perubahan pola konsumsi masyarakat yang dinilai semakin positif. Batik Jambi, menurutnya, kini kian diminati dan digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. “Kalau kita perhatikan sekarang, di acara-acara kondangan sudah jarang terlihat batik dari luar Jambi. Ini menandakan batik Jambi semakin diterima dan populer di kalangan masyarakat,” ujarnya. Al Haris menambahkan, penyelenggaraan event fesyen dan budaya seperti JFT memberikan dampak langsung terhadap pergerakan ekonomi daerah. Para desainer, penjahit, pelaku UMKM, hingga industri rumahan turut merasakan manfaat dari meningkatnya permintaan produk fesyen lokal. Meski demikian, ia mengingatkan para perancang busana agar tetap menjaga nilai adat dan etika Melayu Jambi dalam setiap karya yang dihasilkan. “Ciptakan busana yang tetap berlandaskan etika Melayu Jambi, yang adem, sopan, dan mencerminkan adat istiadat kita. Itulah wajah Jambi yang sesungguhnya,” pesannya. Malam Apresiasi Perancang Busana “Jambi Elok Nian” 2026 pun menjadi penegasan bahwa fesyen dan batik Jambi tidak hanya terus berkembang, tetapi juga semakin percaya diri menatap panggung nasional hingga internasional tanpa meninggalkan akar budaya dan identitas daerah.

Baca Juga