Lembaga pemeringkat militer global, Global Firepower (GFP), merilis daftar negara dengan kekuatan militer terlemah di dunia tahun 2026. Pemeringkatan tersebut tertuang dalam laporan Military Strength Ranking 2026 yang menilai kemampuan militer berbagai negara berdasarkan sejumlah indikator strategis.
Dalam penilaian itu, GFP menggunakan PowerIndex Score, yakni skor yang mengukur kekuatan militer konvensional suatu negara. Semakin tinggi nilai PowerIndex, semakin rendah tingkat kekuatan militernya. Aspek yang dinilai mencakup jumlah personel aktif, persenjataan, kekuatan udara dan laut, kemampuan logistik, hingga anggaran pertahanan.
Hasilnya, sejumlah negara di kawasan Asia dan negara kecil lainnya masuk dalam kategori militer paling lemah. Beberapa di antaranya adalah Bhutan, Laos, Nepal, hingga Afghanistan. Negara-negara tersebut dinilai memiliki keterbatasan signifikan, baik dari sisi jumlah pasukan, minimnya alat utama sistem persenjataan (alutsista), maupun kemampuan pendukung lainnya.
Selain itu, keterbatasan anggaran pertahanan dan infrastruktur militer juga menjadi faktor utama rendahnya peringkat negara-negara tersebut. GFP menilai, kondisi tersebut membuat kemampuan pertahanan mereka masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara lain di tingkat global.
Meski demikian, pemeringkatan ini bersifat analisis kekuatan militer konvensional dan tidak selalu mencerminkan stabilitas keamanan internal maupun kebijakan pertahanan masing-masing negara.
