107 Ribu Hektare Sawah Rusak, Pemerintah Siapkan Langkah Darurat

Menu Atas

107 Ribu Hektare Sawah Rusak, Pemerintah Siapkan Langkah Darurat

Portal Andalas
Jumat, 16 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebutkan, total lahan sawah yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatera mencapai 107,4 ribu hektare. Berdasarkan data per 13 Januari 2026, kerusakan tersebut tersebar di tiga provinsi, dengan rincian 56,1 ribu hektare mengalami kerusakan ringan, 22,2 ribu hektare rusak sedang, dan 29,1 ribu hektare rusak berat. Hal itu disampaikan Amran saat rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026). Ia menambahkan, dari total lahan terdampak tersebut, sekitar 44,6 ribu hektare areal tanam padi dan jagung dilaporkan gagal panen. Selain sawah, bencana juga berdampak pada lahan perkebunan non-sawit, seperti kopi, kakao, dan kelapa dalam, dengan total luasan terdampak mencapai 29,3 ribu hektare. Sementara itu, sektor hortikultura yang mencakup tanaman sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat turut terdampak seluas sekitar 1.800 hektare. Tak hanya tanaman, kerugian juga terjadi pada sektor peternakan. Amran mengungkapkan jumlah ternak yang mati atau hilang akibat bencana, meliputi sapi, kerbau, kambing, domba, hingga unggas, tercatat lebih dari 820 ribu ekor. Kementerian Pertanian juga mencatat kerusakan pada berbagai infrastruktur penunjang pertanian. Sebanyak 58 unit rumah potong hewan dilaporkan rusak, 2.300 unit alat dan mesin pertanian hilang, 74 Balai Penyuluhan Pertanian mengalami kerusakan, tiga bendungan terdampak, sekitar 152 kilometer jaringan irigasi rusak, serta 820 ruas jalan produksi pertanian mengalami kerusakan. Data kerugian tersebut, lanjut Amran, masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui melalui koordinasi intensif antara Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Provinsi di wilayah terdampak. Untuk mendukung pemulihan pascabencana, Kementerian Pertanian telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,49 triliun. Anggaran tersebut akan difokuskan pada wilayah dengan dampak terparah di tiga provinsi, terutama untuk pemulihan lahan sawah dengan kategori rusak ringan dan sedang. Sementara itu, penanganan sawah yang mengalami kerusakan berat akan dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian ATR/BPN serta Kementerian Pekerjaan Umum. Amran merinci, alokasi dana rehabilitasi meliputi Rp736,21 miliar untuk pemulihan sawah rusak ringan dan sedang beserta jaringan irigasi, Rp68,6 miliar untuk bantuan benih tanaman pangan, Rp50,46 miliar untuk rehabilitasi kawasan perkebunan, serta Rp641,25 miliar untuk penyediaan alat dan mesin pertanian serta dukungan pupuk secara partisipatif.

Baca Juga