Portalandalas.com - Gangguan fungsi ginjal kerap memunculkan tanda-tanda yang terlihat jelas pada kondisi kulit. Hal ini terjadi karena ginjal tidak lagi mampu menyaring dan membuang zat sisa metabolisme dengan optimal, sehingga racun menumpuk di dalam tubuh dan memengaruhi kesehatan kulit.
Pada penderita gangguan ginjal, kulit sering tampak sangat kering, bersisik, terasa kaku, dan mudah pecah. Bahkan, pada kondisi tertentu, permukaan kulit bisa menyerupai sisik ikan. Selain itu, rasa gatal juga menjadi keluhan umum yang dapat muncul ringan hingga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
1. Kulit Sangat Kering (Xerosis)
Kulit kering merupakan salah satu tanda paling sering muncul pada gangguan ginjal. Ketika fungsi ginjal menurun, kemampuan kulit untuk mempertahankan kelembapan ikut terganggu. Kondisi ini banyak ditemukan pada penderita Penyakit Ginjal Kronis (PGK).
Kekeringan yang parah dapat memicu rasa gatal, retakan pada kulit, hingga meningkatkan risiko infeksi. Oleh karena itu, perawatan kulit menjadi hal penting, seperti rutin menggunakan pelembap, mencukupi kebutuhan cairan, dan melakukan pemeriksaan ginjal secara berkala.
Ciri-ciri kulit sangat kering antara lain:
Permukaan kulit terasa kasar dan bersisik
Kulit terasa tertarik dan mudah pecah
Muncul sisik menyerupai kulit ikan
2. Kulit Terasa Gatal (Uremic Pruritus)
Rasa gatal yang hebat sering dialami penderita penyakit ginjal stadium lanjut. Gatal bisa muncul sesekali atau hampir sepanjang waktu, dengan intensitas mulai dari ringan hingga sangat mengganggu.
Penumpukan urea dan racun di dalam tubuh dapat mengiritasi saraf kulit, menyebabkan gatal di area tertentu atau menyebar ke seluruh tubuh. Kondisi ini dilaporkan dialami lebih dari setengah pasien penyakit ginjal kronis.
Garukan berulang dapat menimbulkan luka, bekas garukan, hingga penebalan kulit. Beberapa langkah yang dapat membantu meredakan keluhan ini antara lain terapi UVB, penggunaan krim khusus, mandi dengan oatmeal, serta menjaga kuku tetap pendek.
Tanda akibat sering menggaruk meliputi:
Kulit luka, memerah, atau berdarah
Penebalan kulit yang terasa keras
Muncul benjolan keras yang sangat gatal
3. Perubahan Warna Kulit
Ketika ginjal tidak bekerja optimal, racun yang menumpuk dapat memengaruhi warna kulit. Kulit bisa tampak pucat, keabu-abuan, kekuningan, atau menggelap di beberapa area.
Perubahan warna ini sering berkaitan dengan anemia atau kondisi uremia, dan bisa semakin parah akibat kebiasaan menggaruk. Melindungi kulit dari paparan sinar matahari, menjaga asupan nutrisi, serta memantau perubahan warna kulit dapat membantu mengurangi dampaknya.
Tanda perubahan warna kulit antara lain:
Warna pucat yang tampak tidak sehat
Kulit keabu-abuan atau kekuningan
Area kulit menggelap dan menebal
Kulit kuning dengan benjolan dan garis dalam
Muncul kista kecil atau bintik putih seperti komedo
4. Perubahan pada Kuku
Gangguan ginjal juga dapat memengaruhi kondisi kuku tangan dan kaki, terutama pada tahap lanjut. Perubahan ini sering menjadi sinyal adanya masalah kesehatan serius.
Ciri perubahan kuku meliputi:
Bagian atas kuku berwarna putih dan bagian bawah kecokelatan
Kuku tampak lebih pucat dari biasanya
Muncul garis putih melintang pada kuku
5. Pembengkakan (Edema)
Ginjal yang tidak berfungsi dengan baik akan kesulitan membuang kelebihan cairan dan garam. Akibatnya, cairan menumpuk dan menimbulkan pembengkakan di beberapa bagian tubuh.
Area yang sering mengalami pembengkakan meliputi:
Kaki dan pergelangan kaki
Telapak kaki
Tangan
Wajah
Pembengkakan ini menjadi tanda bahwa ginjal kesulitan mengatur keseimbangan cairan. Mengurangi konsumsi garam dan mengangkat kaki saat beristirahat dapat membantu meringankan gejala.
6. Ruam dan Benjolan pada Kulit
Pada gangguan ginjal stadium lanjut, penumpukan limbah tubuh dapat memicu munculnya ruam dan benjolan kecil yang sangat gatal. Benjolan ini bisa menyebar, menyatu, dan membuat kulit terasa kasar, bahkan disertai bercak nyeri atau keunguan.
Infeksi kulit juga lebih mudah terjadi. Perawatan yang dianjurkan meliputi penggunaan sabun lembut tanpa pewangi serta mengeringkan kulit dengan cara ditepuk perlahan.
7. Muncul Benjolan di Perut
Pada tahap awal, kanker ginjal jarang menimbulkan gejala. Namun, seiring perkembangan penyakit, benjolan bisa dirasakan di area tertentu. Meski demikian, benjolan juga bisa disebabkan oleh kondisi lain yang lebih ringan, sehingga pemeriksaan medis tetap diperlukan.
Area yang berpotensi muncul benjolan meliputi:
Sisi tubuh
Perut
Punggung bagian bawah
8. Kulit Terasa Sangat Kencang
Dalam kasus yang sangat jarang, penggunaan zat kontras tertentu saat pemeriksaan medis seperti MRI dapat memicu gangguan pada ginjal dan menyebabkan kulit terasa keras serta sulit dicubit.
Gejala yang dapat muncul antara lain:
Kulit mengilap, keras, dan sulit dicubit
Kesulitan menekuk sendi seperti lutut atau siku
Sensasi kulit tertarik kencang
9. Penumpukan Kalsium di Bawah Kulit
Ginjal berperan menjaga keseimbangan mineral dalam tubuh. Jika fungsinya terganggu, kadar mineral seperti kalsium dapat meningkat dan menumpuk di bawah kulit.
Timbunan kalsium biasanya muncul di sekitar sendi dan umumnya tidak nyeri. Namun, jika terjadi di ujung jari, kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit yang cukup berat.
10. Adanya Darah dalam Urine
Dalam kondisi normal, ginjal menyaring limbah tanpa membiarkan sel darah keluar bersama urine. Namun, kerusakan ginjal dapat menyebabkan darah bocor ke dalam urine.
Darah dalam urine tidak hanya menandakan gangguan ginjal, tetapi juga bisa menjadi tanda batu ginjal, infeksi, atau tumor. Oleh karena itu, kondisi ini perlu segera diperiksakan ke tenaga medis untuk mengetahui penyebab pastinya.

