Bicara Terbuka Soal Bencana Sumatra, Langkah Seskab Teddy Tuai Apresiasi Pakar

Menu Atas

Bicara Terbuka Soal Bencana Sumatra, Langkah Seskab Teddy Tuai Apresiasi Pakar

Portal Andalas
Jumat, 26 Desember 2025
Bagikan:


Portalandalas.com - 
Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, menilai langkah Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sebagai terobosan baru dalam pola komunikasi publik pemerintah.

Penilaian tersebut merujuk pada keputusan Teddy yang secara langsung mengambil peran dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait penanganan bencana di Sumatra. Menurut Trubus, cara komunikasi yang dilakukan Teddy dinilai lugas, terbuka, dan mudah dipahami publik.

Sebelumnya, Teddy memang tampil menyampaikan perkembangan penanganan bencana secara jelas dan berurutan. Perwira TNI berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) itu menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja secara maksimal dalam menangani dampak bencana yang terjadi.

“Apa yang disampaikan Seskab itu bisa disebut sebagai gebrakan atau inovasi dalam kebijakan publik. Komunikasi kepada masyarakat disampaikan apa adanya,” ujar Trubus saat dihubungi.

Diketahui, Teddy telah menjelaskan bahwa pemerintah sudah bergerak sejak hari pertama bencana terjadi, yakni pada 26 November 2025, dan hingga kini proses penanganan masih terus berlangsung. Penjelasan tersebut sekaligus membantah anggapan sebagian pihak yang menilai pemerintah lamban atau tidak bekerja.

Trubus juga menyoroti dinamika persepsi publik terkait adanya dugaan penyaringan informasi kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, penjelasan runtut yang disampaikan Teddy telah menjawab keresahan masyarakat dan memperjelas situasi sebenarnya di lapangan. Namun demikian, ia mengakui tidak menutup kemungkinan isu bencana Sumatra dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik.

“Ada pihak-pihak yang menunggangi isu ini, mulai dari free rider, lawan politik Pak Prabowo di Pilpres sebelumnya, partai di luar pemerintahan, bahkan yang berada di dalam pemerintahan tapi ingin mencari momentum,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penanganan bencana dilakukan secara nasional dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, hingga relawan. Karena itu, Trubus mengajak seluruh pihak untuk bersikap bijak dan bersama-sama bergotong royong dalam memulihkan wilayah terdampak.

“Kita membutuhkan kerja sama, kekompakan, dan energi positif. Jika niatnya membantu, mari sama-sama menghibur warga, menumbuhkan optimisme, dan menghadirkan senyuman. Kita saling membantu, saling menjaga, dan saling mendukung,” kata Teddy.

Baca Juga