Menurutnya, penerapan WFH di hari Rabu lebih tepat untuk mendukung efisiensi, dibandingkan jika dilakukan pada hari Jumat yang berisiko dimanfaatkan pegawai untuk bepergian menjelang akhir pekan. Ia menegaskan bahwa tujuan utama WFH adalah menghemat penggunaan energi. Jika waktu tersebut justru digunakan untuk perjalanan pribadi hingga akhir pekan, maka sasaran kebijakan tidak akan tercapai.
Ia juga mengingatkan bahwa niat baik pemerintah bisa meleset jika tidak diimbangi dengan pengawasan yang optimal, terutama pada akhir pekan. Oleh karena itu, Rabu dianggap sebagai pilihan paling rasional agar tidak membuka celah terjadinya libur panjang, sekaligus menjaga fokus kerja ASN dari rumah. Selain itu, langkah ini dinilai penting untuk mempertahankan disiplin pegawai serta kualitas pelayanan publik.
Sebelumnya, Gubernur Jambi, , juga menyampaikan bahwa penerapan WFH pada hari Rabu lebih masuk akal dibandingkan Jumat. Ia menilai kebijakan WFH di akhir pekan berpotensi mendorong ASN bepergian lebih awal untuk menikmati waktu libur di luar daerah.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Jambi tengah menyiapkan sistem pengawasan berbasis teknologi guna memastikan ASN tetap bekerja sesuai aturan. Sistem tersebut akan memanfaatkan pelacakan lokasi melalui GPS serta absensi digital dengan pemindaian wajah dan koordinat, sehingga posisi pegawai dapat dipantau selama jam kerja berlangsung.
