Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dalam mendorong pembangunan daerah yang tidak hanya berbasis program, tetapi juga didukung oleh kajian ilmiah dan data yang akurat.
Dalam pertemuan itu, Maulana menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan akademisi merupakan kunci dalam menghadirkan kebijakan publik yang tepat sasaran.
“Kolaborasi dengan akademisi sangat penting agar kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data dan kebutuhan masyarakat,” ujar Maulana.
Ia juga menekankan bahwa ke depan, pembangunan Kota Jambi harus mengedepankan pendekatan ilmiah melalui riset dan analisis yang mendalam. Hal ini dinilai penting untuk menjawab tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks.
Menurutnya, peran perguruan tinggi tidak hanya sebatas pendidikan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mengevaluasi dan menyempurnakan kebijakan pemerintah.
“Tentu dibutuhkan kajian mendalam dari kalangan akademik untuk melihat tingkat keberhasilan kebijakan yang telah dijalankan,” jelasnya.
Maulana juga menyampaikan bahwa Pemkot Jambi saat ini terus mengembangkan tata kelola pemerintahan berbasis data, termasuk melalui digitalisasi layanan publik.
Ia menilai, data yang valid dan terstruktur akan menghasilkan kebijakan yang lebih presisi dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Ke depan, kita ingin kebijakan tidak lagi berbasis asumsi, tetapi benar-benar berdasarkan data yang akurat,” tegasnya.
Langkah ini sejalan dengan tren global, di mana pemerintah daerah mulai mengintegrasikan riset dalam perencanaan pembangunan guna meningkatkan kualitas layanan publik dan efektivitas program.
Kehadiran Profesor Lan Umek dinilai membuka peluang besar bagi Kota Jambi untuk memperluas jejaring internasional, khususnya dalam bidang penelitian, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Kolaborasi ini juga diharapkan mampu menghadirkan perspektif global dalam pembangunan daerah, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Selain itu, kerja sama dengan akademisi internasional menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan berbasis evidence atau bukti ilmiah.
Pemkot Jambi menargetkan pembangunan ke depan tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan sistem kebijakan berbasis riset.
Dengan menggandeng akademisi lokal maupun internasional, diharapkan setiap program yang dijalankan dapat terukur, efektif, dan berkelanjutan.
Maulana pun berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami terbuka terhadap berbagai masukan dan kajian ilmiah, selama itu bertujuan untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
