Tanpa Disadari! 8 Kebiasaan Ini Bisa Picu Pikun di Usia Muda

Menu Atas

Tanpa Disadari! 8 Kebiasaan Ini Bisa Picu Pikun di Usia Muda

Portal Andalas
Minggu, 12 April 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Demensia merupakan gangguan kesehatan yang berdampak pada kemampuan seseorang dalam menjalani aktivitas sosial sehari-hari. Contoh yang paling umum adalah pikun atau mudah lupa, yang memengaruhi daya ingat serta kemampuan berpikir seseorang. Meski sering dikaitkan dengan proses penuaan, demensia sebenarnya bukan bagian alami dari bertambahnya usia. Namun, kondisi ini memang lebih banyak terjadi pada lansia, khususnya mereka yang berusia di atas 65 tahun. Mengutip Healthline, demensia dapat dipicu oleh berbagai faktor. Sebagiannya tidak dapat diubah, seperti usia, faktor genetik dalam keluarga, serta kondisi tertentu seperti sindrom Down. Selain itu, ada juga faktor yang bisa dikendalikan, terutama yang berkaitan dengan gaya hidup, meskipun sering kali sulit diubah karena sudah menjadi kebiasaan. Lalu, apa saja kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko demensia? Berikut rangkumannya: **1. Jarang Berolahraga** Walaupun demensia menyerang fungsi otak, aktivitas fisik tetap penting untuk pencegahan. Olahraga dapat meningkatkan aliran darah ke otak serta menjaga kesehatan jantung, sehingga membantu mempertahankan fungsi kognitif. **2. Kurang Tidur** Kurangnya waktu istirahat dapat berdampak buruk pada kesehatan otak. Tidur yang cukup diperlukan agar tubuh, termasuk otak, memiliki waktu untuk memulihkan energi dan berfungsi optimal. **3. Konsumsi Obat Berlebihan** Terlalu sering mengonsumsi obat-obatan, terutama obat tidur tanpa pengawasan dokter, dapat meningkatkan risiko demensia. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menggunakannya secara rutin. **4. Konsumsi Alkohol Berlebihan** Minum alkohol dalam jumlah besar dapat memengaruhi struktur dan fungsi otak. Zat dalam alkohol bersifat neurotoksik yang dapat memicu gangguan memori hingga penyusutan jaringan otak. **5. Kekurangan Vitamin dan Nutrisi** Rendahnya asupan vitamin seperti vitamin D, B6, dan B12 dapat meningkatkan risiko demensia. Nutrisi tersebut penting untuk menjaga fungsi saraf dan kesehatan otak. **6. Pola Makan Tidak Sehat** Konsumsi makanan bergizi seimbang sangat berperan dalam menjaga kesehatan otak. Pola makan sehat seperti gaya Mediterania—yang menekankan konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, serta penggunaan minyak nabati—dapat membantu menurunkan risiko demensia. Sebaliknya, konsumsi berlebihan daging olahan, garam, dan makanan tidak sehat dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk demensia. **7. Kebiasaan Merokok** Merokok dapat merusak pembuluh darah, termasuk yang mengalir ke otak. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko gangguan kognitif dan demensia di kemudian hari. **8. Kurang Aktif Secara Mental dan Sosial** Kurangnya aktivitas yang melibatkan otak dan interaksi sosial juga dapat meningkatkan risiko demensia. Sebaliknya, menjaga otak tetap aktif melalui kegiatan berpikir, belajar, serta berinteraksi dengan orang lain dapat membantu mempertahankan fungsi kognitif dan mengurangi stres. Meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah demensia, menerapkan gaya hidup sehat dan menghindari kebiasaan berisiko dapat membantu menurunkan kemungkinan terjadinya kondisi ini. Oleh karena itu, penting untuk mulai menjaga pola hidup sejak dini agar kesehatan otak tetap terjaga hingga usia lanjut.

Baca Juga