Rahasia di Balik Cangkang Telur, Kenapa Harus Masuk Kulkas?

Menu Atas

Rahasia di Balik Cangkang Telur, Kenapa Harus Masuk Kulkas?

Portal Andalas
Rabu, 15 April 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Menyimpan telur di dalam kulkas atau cukup di suhu ruang sering jadi bahan perdebatan, baik di media sosial maupun obrolan santai saat makan. Namun jika merujuk pada penjelasan ilmiah, jawabannya cukup jelas: telur sebaiknya disimpan di kulkas. Di sejumlah negara Eropa, banyak orang terbiasa meletakkan telur di suhu ruang. Mereka menganggap telur tetap aman tanpa perlu pendinginan. Sebaliknya, di Amerika Serikat, pandangannya jauh lebih ketat—menyimpan telur di luar kulkas bahkan sering dikaitkan dengan risiko terpapar bakteri seperti Salmonella. Lalu, mana yang sebenarnya paling tepat? Sains punya penjelasan menarik untuk hal ini. Lapisan Pelindung Alami pada Telur Ketika ayam bertelur, cangkang telur secara alami dilapisi oleh lapisan pelindung bernama kutikula. Lapisan ini sebagian besar tersusun dari glikoprotein, serta sedikit kandungan lemak dan karbohidrat. Fungsinya sangat penting, yaitu menjaga isi telur dari serangan bakteri dengan cara menutup pori-pori kecil pada cangkang. Menariknya, ketebalan kutikula tidak selalu sama. Hal ini bisa dipengaruhi oleh faktor seperti usia dan jenis ayam yang menghasilkan telur tersebut. Alasan Telur Dicuci di Amerika Sejak tahun 1970-an, industri telur di Amerika Serikat mulai menerapkan aturan pencucian telur sebelum dipasarkan. Kebijakan ini muncul karena kekhawatiran terhadap penyakit yang berasal dari makanan. Praktik serupa juga diterapkan di Kanada, Jepang, dan beberapa negara Skandinavia, meskipun sebagian besar negara Eropa tidak melakukannya. Menurut Dr. Bryan Quoc Le, seorang ahli sains pangan, proses pencucian memang efektif menghilangkan kotoran seperti tanah atau sisa feses. Namun di sisi lain, langkah ini juga mengikis lapisan kutikula yang berfungsi sebagai pelindung alami. Akibatnya, telur menjadi lebih rentan terhadap kontaminasi bakteri, sehingga harus disimpan di dalam kulkas untuk memperlambat pertumbuhan mikroorganisme. Ia menegaskan bahwa setelah lapisan kutikula hilang, pendinginan menjadi langkah wajib untuk menjaga keamanan telur. Bagaimana dengan Telur yang Tidak Dicuci? Secara teori, telur yang masih memiliki kutikula utuh dapat disimpan di suhu ruang selama beberapa minggu tanpa masalah berarti. Meski begitu, ada risiko yang sering tidak disadari—lapisan pelindung tersebut bisa rusak akibat gesekan atau penanganan yang kurang hati-hati. Jika itu terjadi, bakteri seperti Salmonella bisa lebih mudah masuk ke dalam telur. Karena alasan tersebut, penyimpanan di kulkas tetap menjadi pilihan yang lebih aman, bahkan untuk telur yang belum dicuci. Anjuran dari Ahli Unggas Dr. Deana Jones dari US National Poultry Research Center menyarankan agar telur selalu disimpan pada suhu dingin. Ia menjelaskan bahwa bakteri penyebab penyakit makanan, termasuk Salmonella, tidak berkembang dengan baik pada suhu di bawah 7,2°C. Rekomendasi ini juga sejalan dengan pedoman dari FDA yang menyarankan penyimpanan telur di dalam karton aslinya, di kulkas dengan suhu sekitar 4,4°C atau lebih rendah. Apakah Pendinginan Mempengaruhi Kualitas? Ada anggapan bahwa menyimpan telur di kulkas dapat menurunkan kualitas atau rasa. Namun hasil penelitian justru menunjukkan hal sebaliknya. Dalam sebuah studi, kualitas telur yang disimpan dalam berbagai kondisi dibandingkan. Hasilnya menunjukkan bahwa telur yang disimpan di kulkas hingga 15 minggu tetap memiliki kualitas kuning telur yang lebih baik dibandingkan telur yang dibiarkan di suhu ruang kurang dari satu hari. Penyimpanan Telur yang Sudah Dimasak Untuk telur yang sudah direbus, baik masih dalam cangkang maupun sudah dikupas, sebaiknya dikonsumsi dalam waktu satu minggu jika disimpan di kulkas. Sementara itu, olahan telur seperti telur dadar atau orak-arik sebaiknya dihabiskan dalam waktu 3–4 hari. Jika kamu berada di negara seperti Amerika Serikat, Kanada, atau Jepang, telur yang dijual umumnya sudah melalui proses pencucian, sehingga wajib disimpan di kulkas. Sementara di beberapa negara Eropa, telur biasanya belum dicuci dan secara teori bisa diletakkan di suhu ruang. Namun karena risiko kerusakan kutikula tetap ada, penyimpanan di luar kulkas tetap memiliki potensi bahaya. Pada akhirnya, jika mengutamakan keamanan dan kepraktisan, pilihan terbaik adalah menyimpan telur di dalam kulkas.

Baca Juga