Portalandalas.com - Banyak orang yang ingin menurunkan berat badan sering kali memilih cara instan, seperti memangkas porsi makan secara drastis, mencoba berbagai jenis diet tanpa panduan yang jelas, hingga menghindari makanan tertentu secara berlebihan.
Padahal, pola makan yang tidak tepat justru dapat membuat berat badan kembali naik dengan mudah setelah diet selesai.
Di tengah beragam metode diet yang populer, kamu mungkin pernah mendengar anjuran untuk memperbanyak konsumsi sayur sebagai cara menurunkan berat badan. Lalu, benarkah cara ini efektif?
Sayur dan buah membantu rasa kenyang lebih lama
Menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Universitas Indonesia (UI), dr. Inge Permadhi, MS, SpGK(K), meningkatkan konsumsi sayur dan buah memang dapat membantu menurunkan berat badan, asalkan diimbangi dengan pengaturan pola makan secara keseluruhan.
Ia menjelaskan bahwa sayur dan buah perlu dikonsumsi dalam jumlah cukup agar tubuh merasa kenyang. Jika hanya fokus pada lauk, porsi makan justru bisa berlebihan.
Banyak orang juga tidak menyadari bahwa rasa lapar berlebih sering disebabkan oleh kurangnya asupan serat. Padahal, serat yang terdapat dalam sayur dan buah mampu memberikan efek kenyang lebih lama, sehingga total kalori yang masuk ke tubuh bisa berkurang tanpa membuat tubuh terasa lemas.
Kurangi karbohidrat dan lemak berlebih
Dalam proses penurunan berat badan, penting untuk mengontrol asupan karbohidrat dan lemak. Salah satu caranya adalah mengganti nasi putih dengan nasi merah yang lebih padat dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
Untuk sumber protein, sebaiknya pilih makanan rendah lemak seperti ayam tanpa kulit, putih telur, ikan, atau daging sapi bagian tanpa lemak seperti tenderloin.
Selain itu, cara pengolahan makanan juga berperan penting. Makanan yang digoreng sebaiknya dibatasi, dan lebih disarankan memilih metode memasak seperti dikukus, dipanggang, atau dibakar.
Seimbangkan dengan aktivitas fisik
Penurunan berat badan juga perlu didukung dengan pengaturan kalori harian, biasanya berkisar antara 500–1.000 kalori defisit, tergantung kebutuhan masing-masing individu.
Tak hanya itu, olahraga juga menjadi bagian penting. Disarankan melakukan latihan kardio selama 30–60 menit per sesi atau minimal 150 menit dalam seminggu. Selain itu, latihan kekuatan atau beban juga penting untuk menjaga massa otot.
Jika massa otot berkurang, metabolisme tubuh bisa melambat. Oleh karena itu, latihan beban tetap perlu dilakukan agar hasil diet lebih optimal.
Kunci utama adalah konsistensi
Pada akhirnya, keberhasilan menurunkan berat badan sangat bergantung pada konsistensi dalam menjalani pola hidup sehat. Tidak hanya soal memilih makanan, tetapi juga menjaga kebiasaan baik secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

