Kopi Seduh vs Espresso, Siapa Paling Tinggi Kafein?

Menu Atas

Kopi Seduh vs Espresso, Siapa Paling Tinggi Kafein?

Portal Andalas
Jumat, 10 April 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Espresso sering dijuluki sebagai “raja” kafein karena disajikan dalam porsi kecil, tetapi memiliki cita rasa yang sangat kuat. Di sisi lain, kopi seduh biasa menjadi pilihan favorit banyak orang untuk dinikmati sepanjang hari. Lalu, mana yang sebenarnya mengandung lebih banyak kafein: espresso atau kopi biasa? Ternyata, jawabannya tidak sesederhana yang dibayangkan. Apa itu espresso? Espresso merupakan jenis kopi dengan konsentrasi tinggi yang dibuat dengan cara mengekstraksi air panas bertekanan melalui bubuk kopi yang digiling sangat halus. Proses ini menghasilkan satu shot kopi sekitar satu ons dengan rasa yang pekat serta lapisan crema, yaitu busa lembut di bagian atas yang menjadi ciri khasnya. Meski menggunakan biji kopi yang sama dengan kopi seduh, metode penyajiannya membuat rasa dan kadar kafein espresso berbeda. Kandungan kafein dalam espresso Dalam satu shot espresso (sekitar 1 ons), terkandung rata-rata 63 mg kafein. Namun, jumlah ini bisa bervariasi tergantung jenis biji kopi dan cara penyajiannya. Perbandingan kafein: espresso vs kopi seduh Jika dilihat per ons, espresso memang memiliki kadar kafein yang lebih tinggi dibandingkan kopi seduh. Namun jika dihitung secara keseluruhan dalam satu porsi minuman, kopi seduh justru bisa mengandung kafein lebih banyak. Sebagai gambaran: Espresso mengandung sekitar 63 mg kafein per 1 ons Kopi seduh ukuran 8 ons mengandung sekitar 95 mg kafein, atau sekitar 12 mg per ons Artinya, espresso lebih kuat dalam setiap tetesnya, tetapi kopi seduh memiliki total kafein lebih tinggi karena disajikan dalam porsi yang lebih besar. Batas aman konsumsi kafein Badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat merekomendasikan batas konsumsi kafein bagi orang dewasa sehat maksimal 400 mg per hari. Jumlah ini setara dengan: sekitar 5–6 shot espresso, atau sekitar 4 cangkir kopi seduh ukuran standar Perlu diingat, kafein tidak hanya berasal dari kopi. Beberapa sumber lain yang juga mengandung kafein antara lain: Teh hijau: sekitar 30–50 mg per cangkir Minuman bersoda seperti Diet Coke: sekitar 46 mg per kaleng (12 ons) Cokelat hitam: sekitar 12 mg per ons Setiap orang memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap kafein. Efeknya bisa lebih terasa jika dikonsumsi dalam waktu singkat. Sementara itu, bagi ibu hamil, batas konsumsi yang disarankan lebih rendah, yaitu maksimal 200 mg per hari. Kesimpulan Espresso memang lebih kuat jika dilihat dari kadar kafein per ons, yakni sekitar 63 mg per shot. Namun, kopi seduh mengandung lebih banyak kafein secara total, yaitu sekitar 95 mg dalam satu cangkir 8 ons. Secara umum, batas aman konsumsi kafein bagi kebanyakan orang adalah hingga 400 mg per hari.

Baca Juga