Kisah Pemuda Belanda yang Dikirim ke Indonesia Usai Perang Dunia II, Berakhir Jadi Pasukan Elit!

Menu Atas

Kisah Pemuda Belanda yang Dikirim ke Indonesia Usai Perang Dunia II, Berakhir Jadi Pasukan Elit!

Portal Andalas
Rabu, 08 April 2026
Bagikan:

Cornelis Plaatzer baru berusia 20 tahun saat memutuskan bergabung sebagai relawan di Angkatan Darat Kerajaan Belanda (Koninklijk Landmacht/KL), tak lama setelah berakhirnya Perang Dunia II. Pemuda kelahiran Putten, Belanda itu kemudian ditugaskan ke Indonesia yang baru saja merdeka, dengan misi memulihkan kembali kendali Belanda yang sempat hilang setelah kekalahan dari Jepang. Dalam upaya tersebut, Belanda terlibat konflik bersenjata dengan Indonesia untuk merebut kembali wilayah yang dulu dikenal sebagai Hindia Belanda.

Cornelis Plaatzer tiba di Indonesia sebagai bagian dari Batalyon 2 Resimen 9 KL. Ia kemudian terpilih menjadi anggota pasukan khusus penerjun payung berbaret merah. Menjelang akhir 1948, ia bermukim di sekitar Bandung, tepatnya di sebuah barak militer. Ia tergabung dalam kompi para dari Regimen Speciale Troepen (RST) sebagai prajurit terjun payung. Pada 20 Agustus 1948, putra dari Jan Plaatzer dan Jannetje Kool ini memperoleh kenaikan pangkat sebagai kopral sementara.

Baca Juga