Jangan Sering-sering! Ini Bahaya Tersembunyi di Balik Seblak

Menu Atas

Jangan Sering-sering! Ini Bahaya Tersembunyi di Balik Seblak

Portal Andalas
Sabtu, 11 April 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Seblak merupakan kuliner khas Sunda, terutama berasal dari Bandung, yang kini telah menjamur dan digemari di berbagai daerah di Indonesia. Makanan ini umumnya dibuat dari kerupuk mentah yang direbus hingga lunak, kemudian dimasak dengan bumbu halus yang memiliki aroma khas seperti kencur, bawang putih, cabai, serta aneka rempah lainnya. Seiring berkembangnya tren kuliner, isi seblak kini semakin beragam. Tidak hanya kerupuk, tetapi juga bisa ditambahkan mie, bakso, sosis, ceker ayam, sayuran, hingga seafood, sehingga menciptakan variasi rasa yang lebih kaya. Dari sisi kandungan gizi, seblak termasuk makanan yang tinggi kalori namun belum tentu seimbang nutrisinya. Kerupuk sebagai bahan utama didominasi karbohidrat sederhana dari tepung tapioka atau terigu, yang mampu memberikan energi secara cepat, tetapi tidak bertahan lama di tubuh. Rasa pedas dari bumbu memang mampu meningkatkan selera makan, tetapi konsumsi cabai berlebihan berpotensi menyebabkan iritasi pada lambung. Seblak sebenarnya bisa menjadi lebih bernilai gizi apabila ditambahkan bahan seperti telur, ayam, serta sayuran seperti sawi, kol, atau wortel. Penambahan ini dapat meningkatkan asupan protein, serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Namun, jika hanya mengandalkan kerupuk dan bumbu saja, seblak cenderung mengandung garam dan minyak yang tinggi, serta rendah serat dan protein, sehingga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara berlebihan. Mengapa Seblak Kurang Sehat Jika Dikonsumsi Berlebihan? Seblak memang menjadi favorit banyak kalangan, terutama remaja, karena cita rasanya yang pedas, gurih, dan beragam. Namun, di balik kelezatannya, ada beberapa alasan mengapa makanan ini bisa tergolong kurang sehat jika terlalu sering dikonsumsi: 1. **Bahan Dasar Kerupuk Mentah** Kerupuk yang digunakan sebagai bahan utama umumnya tinggi kandungan tepung dan rendah nilai gizi. Meskipun kalorinya cukup tinggi, kandungan nutrisinya tidak seimbang. 2. **Kandungan Garam, Penyedap, dan Minyak yang Tinggi** Proses memasak seblak sering melibatkan penggunaan bumbu instan, penyedap rasa, serta minyak dalam jumlah cukup banyak. Jika dikonsumsi berlebihan, hal ini dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kolesterol, hingga gangguan pencernaan. 3. **Tingkat Kepedasan Berlebihan** Penggunaan cabai dalam jumlah besar memang menambah kenikmatan, namun dapat memicu iritasi lambung, bahkan menyebabkan maag atau diare jika dikonsumsi terlalu sering. 4. **Kebersihan Pengolahan yang Tidak Selalu Terjamin** Seblak banyak dijual di kaki lima atau warung sederhana. Jika standar kebersihan tidak dijaga dengan baik, maka risiko kontaminasi atau keracunan makanan bisa meningkat. 5. **Rendah Serat dan Vitamin** Komposisi seblak umumnya didominasi karbohidrat sederhana dan lemak, sementara kandungan serat, vitamin, dan protein dari sayuran atau bahan tambahan sering kali minim. 6. **Potensi Penggunaan Bahan Tambahan Berbahaya** Beberapa pedagang mungkin menggunakan bahan dengan pewarna atau pengawet berlebih untuk meningkatkan daya tarik dan ketahanan produk. Jika dikonsumsi terus-menerus, hal ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Baca Juga