Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Jambi secara resmi melantik pengurus Majelis Bahagia Bershalawat untuk periode 2026–2029. Momentum ini tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi penanda kuat arah pembangunan spiritual di Kota Jambi ke depan.
Wali Kota Jambi Maulana hadir langsung bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, unsur Forkopimda, serta berbagai organisasi keagamaan. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan bahwa gerakan tersebut merupakan milik bersama, bukan hanya kelompok tertentu.
Kegiatan tabligh akbar bertema “Kota Jambi Bahagia Bershalawat” turut memperkuat nuansa kebersamaan. Tausiyah yang disampaikan Muhammad Amin Abdullah mengingatkan bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kekuatan spiritual masyarakatnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur semata, melainkan juga harus menyentuh aspek batin masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa keberadaan majelis ini menjadi bagian penting dalam mendukung indikator pembangunan di bidang keagamaan. Pemerintah menargetkan percepatan pembentukan kegiatan pengajian dan shalawat hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Dalam satu bulan, seluruh kecamatan ditargetkan sudah memiliki kegiatan Bahagia Bershalawat, disusul pembentukan di 68 kelurahan dalam dua bulan berikutnya.
Rencana tersebut disusun agar gerakan ini dapat berkembang cepat, dimulai dari tingkat kecamatan hingga menjangkau seluruh kelurahan. Bahkan, dalam waktu empat bulan, kegiatan pengajian dan shalawat ditargetkan dapat berlangsung setiap hari.
Maulana juga mengajak seluruh majelis, khususnya kelompok pengajian ibu-ibu, untuk bersatu dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Ia berharap ke depan tidak ada hari tanpa lantunan shalawat di Kota Jambi. Gerakan ini diharapkan menjadi upaya bersama dalam menciptakan suasana religius yang berkelanjutan, serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Dewi Marlina resmi ditunjuk sebagai Ketua Majelis Bahagia Bershalawat Kota Jambi periode 2026–2029 melalui Keputusan Wali Kota Jambi Nomor 242 Tahun 2026. Penyerahan bendera pataka menjadi simbol dimulainya estafet dakwah. Tantangan selanjutnya adalah memastikan semangat shalawat tidak hanya hadir dalam acara seremonial, tetapi benar-benar hidup di setiap sudut Kota Jambi.
