Portalandalas.com - Mengelola keuangan pribadi kini menjadi semakin krusial di tengah naiknya biaya hidup dan bertambahnya kebutuhan sehari-hari, khususnya bagi generasi muda yang mulai mandiri secara finansial. Banyak orang masih kesulitan mengatur gaji agar bisa mencukupi kebutuhan, menabung, sekaligus tetap menikmati hidup tanpa tekanan finansial.
Salah satu cara yang cukup populer dan sering dianjurkan adalah metode 70/20/10 karena dianggap sederhana serta mudah diterapkan. Metode ini membagi penghasilan ke dalam tiga pos utama yang jelas dan terstruktur. Dengan pendekatan yang praktis, cara ini sangat cocok bagi kamu yang baru mulai belajar mengelola keuangan.
Agar lebih memahami, berikut penjelasan tentang metode 70/20/10 dalam mengatur gaji:
**1. Memahami konsep dasar metode 70/20/10**
Metode ini membagi pendapatan bulanan ke dalam tiga kategori utama. Sebanyak 70 persen digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, baik yang wajib maupun fleksibel. Lalu, 20 persen dialokasikan untuk tabungan atau investasi sebagai persiapan masa depan, dan 10 persen sisanya untuk membayar utang tambahan atau donasi.
Berbeda dengan metode lain yang memisahkan kebutuhan dan keinginan secara detail, metode ini justru menggabungkannya dalam satu kategori besar agar lebih praktis. Pendekatan ini membuat pengelolaan keuangan terasa lebih ringan, terutama bagi pemula. Meski demikian, tetap dibutuhkan kesadaran dan pengendalian diri agar pengeluaran tidak melebihi batas.
**2. Keunggulan metode 70/20/10 dalam mengatur gaji**
Metode ini memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya banyak dipilih oleh mereka yang ingin mengatur keuangan secara lebih rapi dan terarah.
a. **Struktur sederhana dan mudah dipahami**
Pembagian hanya ke dalam tiga kategori membuat metode ini tidak rumit. Kamu tidak perlu membuat banyak pos pengeluaran detail yang justru bisa membingungkan.
b. **Mendorong kebiasaan menabung**
Adanya alokasi 20 persen untuk tabungan atau investasi membantu membentuk disiplin dalam menyisihkan uang secara rutin. Hal ini penting untuk membangun kondisi finansial yang sehat di masa depan.
c. **Fleksibel untuk berbagai kondisi**
Metode ini tidak kaku sehingga bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing. Jika terjadi perubahan pendapatan atau kebutuhan, pembagian bisa diatur ulang.
d. **Ada ruang untuk utang atau donasi**
Alokasi 10 persen memungkinkan kamu tetap memenuhi kewajiban finansial sekaligus berbagi dengan orang lain, sehingga keuangan tetap seimbang.
e. **Cocok untuk pemula**
Bagi yang baru belajar mengelola keuangan, metode ini mudah diterapkan tanpa perlu pemahaman finansial yang kompleks.
Secara keseluruhan, keunggulan metode ini terletak pada kemudahannya yang tetap mampu memberikan dampak positif jika dilakukan secara konsisten.
**3. Tantangan dalam menerapkan metode 70/20/10**
Meski terlihat praktis, metode ini juga memiliki beberapa kendala yang perlu diperhatikan.
a. **Sulit membedakan kebutuhan dan keinginan**
Karena digabung dalam satu kategori, pengeluaran bisa menjadi tidak terkontrol jika tidak diawasi dengan baik.
b. **Target menabung terasa berat**
Menyisihkan 20 persen penghasilan bisa menjadi tantangan, terutama jika pendapatan masih terbatas.
c. **Kenaikan biaya hidup**
Harga kebutuhan yang terus meningkat bisa membuat alokasi 70 persen terasa tidak mencukupi.
d. **Kurang cocok untuk utang besar**
Jika memiliki utang dalam jumlah besar, porsi 10 persen mungkin tidak cukup untuk mempercepat pelunasan.
e. **Butuh disiplin tinggi**
Tanpa komitmen dan kontrol yang baik, metode ini sulit dijalankan secara konsisten.
Meski demikian, metode ini tetap bisa digunakan dengan penyesuaian sesuai kondisi masing-masing.
**4. Perbandingan dengan metode lain**
Jika dibandingkan dengan metode 50/30/20, perbedaan utamanya terletak pada tingkat detail pembagian anggaran. Metode 50/30/20 memisahkan kebutuhan dan keinginan secara jelas, sementara 70/20/10 menggabungkannya agar lebih sederhana.
Sementara itu, metode zero-based budgeting menuntut setiap pengeluaran direncanakan secara rinci sejak awal. Dibandingkan dengan metode tersebut, 70/20/10 lebih fleksibel dan praktis karena tidak memerlukan pencatatan yang terlalu detail.
**5. Cara menerapkan metode 70/20/10 secara efektif**
Agar metode ini berjalan optimal, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
a. **Hitung pendapatan bersih**
Ketahui jumlah penghasilan setelah dipotong pajak dan kewajiban lain sebagai dasar perhitungan.
b. **Bagi sesuai persentase**
Pisahkan dana untuk kebutuhan, tabungan, dan utang atau donasi sejak awal agar lebih terkontrol.
c. **Catat dan pantau pengeluaran**
Dengan mencatat pengeluaran, kamu bisa mengevaluasi apakah penggunaan uang sudah sesuai rencana.
d. **Manfaatkan sistem otomatis**
Gunakan fitur auto-debit untuk tabungan agar lebih disiplin dan terhindar dari godaan belanja.
e. **Lakukan evaluasi rutin**
Sesuaikan pembagian jika kondisi keuangan berubah agar tetap relevan dan realistis.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut secara konsisten, kamu bisa mulai membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat. Tidak perlu langsung sempurna, karena proses ini membutuhkan waktu dan pembiasaan.
Pada akhirnya, mengatur keuangan dengan metode yang tepat dapat membantu mencapai kestabilan finansial secara bertahap. Metode 70/20/10 menjadi langkah awal yang sederhana namun efektif untuk mengelola gaji dengan lebih bijak, sehingga masa depan finansial pun lebih terjamin.

