Disebut Silent Killer! Ini Alasan Hipertensi Sangat Berbahaya

Menu Atas

Disebut Silent Killer! Ini Alasan Hipertensi Sangat Berbahaya

Portal Andalas
Selasa, 07 April 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Tekanan darah tinggi atau hipertensi kerap dijuluki sebagai *silent killer* oleh para ahli kesehatan karena sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Meski demikian, kondisi ini tetap berbahaya karena dapat merusak berbagai organ vital dalam tubuh. Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr. Christy Efiyanti, SpPD, FINASIM, menjelaskan bahwa hipertensi masih menjadi salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular serta kematian dini di dunia. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), sekitar 1,28 miliar orang di dunia mengalami hipertensi, dan sebagian besar tidak menyadari kondisi tersebut. **Apa itu hipertensi?** Mengacu pada Kementerian Kesehatan RI, dr. Meutia Gebrina, Sp.PD menjelaskan bahwa tekanan darah tinggi merupakan istilah umum untuk hipertensi. Secara medis, hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah sistolik mencapai ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg, yang diukur sebanyak dua kali dengan jeda lima menit dalam kondisi tubuh yang tenang. Penyebab hipertensi umumnya berasal dari faktor keturunan, pola hidup yang kurang sehat, serta kondisi medis tertentu seperti diabetes dan obesitas. Tidak sedikit pasien yang merasa heran karena tidak mengalami keluhan apa pun, namun ternyata memiliki tekanan darah tinggi. Hal ini wajar karena hipertensi memang sering tidak menunjukkan gejala. **Dampak hipertensi pada tubuh** Meski tanpa gejala, hipertensi dapat menimbulkan dampak serius. Christy menjelaskan bahwa tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah, yang kemudian memicu terbentuknya plak atau aterosklerosis. Seiring waktu, plak ini bisa menyumbat pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit arteri koroner. Jika plak pecah, kondisi ini dapat memicu serangan jantung mendadak yang berisiko fatal. Selain itu, hipertensi jangka panjang juga dapat menyebabkan pembesaran otot jantung kiri. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gagal jantung maupun gangguan irama jantung yang serius. Bahkan, jika serangan jantung terjadi pada area tertentu, dapat mengganggu fungsi katup jantung. Tidak hanya berdampak pada jantung, hipertensi juga bisa memicu komplikasi lain seperti stroke, gangguan ginjal, hingga masalah penglihatan. **Cara mencegah hipertensi dan komplikasinya** Untuk mencegah dampak buruk hipertensi, Christy menyarankan agar masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan berkala sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi atau penyakit jantung, agar kondisi dapat terdeteksi lebih dini. Sementara itu, Meutia menekankan pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin bagi semua orang di atas usia 18 tahun, dan lebih sering bagi yang berusia di atas 50 tahun. Pengukuran sebaiknya dilakukan menggunakan tensimeter dalam posisi duduk yang nyaman, kaki menapak lantai, tidak menyilang, serta lengan sejajar dengan dada. Selain pemeriksaan rutin, menerapkan gaya hidup sehat juga menjadi kunci utama. Hal ini meliputi rutin berolahraga, menghindari makanan tinggi lemak dan kalori, serta tidak merokok. Dengan langkah-langkah tersebut, risiko hipertensi dan berbagai komplikasinya dapat diminimalkan.

Baca Juga