Portalandalas.com - Skoliosis sering kali berkembang tanpa disadari. Banyak orang baru mengetahui dirinya mengalami kondisi ini ketika keluhan sudah cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
Menariknya, sebagian besar kasus skoliosis tidak memiliki penyebab yang jelas. Karena itu, mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting agar kondisi tidak semakin parah.
Berikut beberapa tanda skoliosis yang perlu diperhatikan:
**1. Faktor genetik sejak dalam kandungan**
Skoliosis dapat dipengaruhi oleh faktor genetik yang sudah ada sejak masa kehamilan. Kondisi ini sering tidak terdeteksi hingga seseorang tumbuh dewasa.
Menurut dr. Prori Fatwa Noor, penyebab skoliosis bersifat multifaktor, salah satunya berkaitan dengan kelainan yang terjadi sejak dalam kandungan. Oleh karena itu, ibu hamil perlu memperhatikan asupan nutrisi serta rutin berkonsultasi dengan dokter guna memantau kesehatan janin.
**2. Bahu tampak tidak sejajar**
Selain kelengkungan pada punggung, skoliosis juga bisa terlihat dari posisi tubuh bagian atas yang tidak simetris. Tulang belakang yang miring dapat memengaruhi struktur tubuh di sekitarnya.
Ciri yang sering muncul antara lain salah satu bahu lebih tinggi, tulang belikat terlihat lebih menonjol, atau posisi pinggul tampak tidak seimbang. Gejala ini biasanya berkembang perlahan sehingga sering tidak disadari.
**3. Nyeri punggung yang berulang**
Rasa nyeri pada punggung bisa muncul setelah duduk atau berdiri terlalu lama, maupun saat membawa beban di satu sisi tubuh.
Hal ini terjadi karena otot dan ligamen bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan tubuh yang tidak simetris. Akibatnya, punggung terasa pegal, kaku, dan mudah lelah. Jika nyeri terjadi berulang, terutama di usia muda, sebaiknya segera diperiksakan.
**4. Muncul saat masa remaja**
Skoliosis tidak hanya terjadi sejak lahir, tetapi juga dapat berkembang saat masa pertumbuhan, khususnya pada remaja.
Menurut dr. Evan, sekitar 80% kasus termasuk jenis *adolescent idiopathic scoliosis* yang umumnya muncul pada usia 14–20 tahun, dan lebih sering dialami perempuan. Karena itu, penting untuk memantau postur tubuh selama masa pertumbuhan.
**5. Posisi payudara tidak simetris pada wanita**
Pada perempuan, skoliosis juga dapat terlihat dari posisi payudara yang tidak sejajar. Salah satu sisi bisa tampak lebih menonjol atau berbeda posisi dibandingkan sisi lainnya.
Jika mengalami tanda ini, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis agar kondisi dapat ditangani sejak dini.
Mengenali gejala skoliosis sejak awal sangat penting untuk mencegah kondisi menjadi lebih serius. Jangan ragu memeriksakan diri jika merasakan keluhan, karena penanganan lebih cepat akan memberikan hasil yang lebih baik.

