Berdasarkan pembaruan data pemantauan posisi terakhir hingga pukul 21.00 WIB, pelari yang akrab disapa “Pak Rektor” itu masih unggul cukup jauh dari pesaing terdekatnya, Werfan Sinaga, sesama pelari trail asal Jawa Barat.
Sampai Sabtu malam, Arief terus melaju menuju pos air (water station) kedelapan, menyisakan dua pos lagi dari total 10 titik sebelum garis finis.
Pelari spesialis medan ekstrem tersebut telah menempuh jarak 84,81 kilometer dari total 100 kilometer yang menjadi rute lomba Kerinci100.
Ia juga baru saja melewati salah satu medan berat di kawasan Danau Bento, yang dikenal sebagai rawa air tawar tertinggi di Sumatera dengan ketinggian 1.375 meter di atas permukaan laut, terletak di kaki Gunung Kerinci.
“Sejak awal Arief tampil konsisten, bahkan menjadi yang pertama mencapai puncak Gunung Kerinci sebagai lokasi cek poin pertama,” ujar panitia Kerinci100, Hensis, di pos pemantauan lomba di kawasan Kayu Aro, Kerinci, Sabtu.
Di posisi berikutnya setelah Arief dan Werfan, terdapat sejumlah pelari dari berbagai negara, di antaranya Taro Karakida dari Jepang, Kritsada Pichairat dari Thailand, Helmi Rahmat Satriadi dari Indonesia, Alisa Matveeva dari Rusia, serta Yandi Yoko Bumi dari Indonesia.
