Al Haris Genjot Program Makan Gratis untuk Ibu dan Balita, Ini Tujuannya

Menu Atas

Al Haris Genjot Program Makan Gratis untuk Ibu dan Balita, Ini Tujuannya

Portal Andalas
Kamis, 09 April 2026
Bagikan:

Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menekan angka stunting di Indonesia, termasuk di Provinsi Jambi.

Ia menyebutkan bahwa prevalensi stunting di Jambi terus menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun. Bahkan, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, Jambi menempati peringkat ketiga terendah secara nasional dengan angka 17,1 persen.

Meski capaian tersebut cukup menggembirakan, Al Haris mengingatkan agar semua pihak tidak lengah sehingga angka stunting tidak kembali meningkat di masa mendatang.

Karena itu, diperlukan kerja sama dan upaya bersama yang berkelanjutan agar angka stunting di Jambi terus menurun hingga mencapai level terendah di Indonesia.

Ia juga menjelaskan bahwa program percepatan penurunan stunting melalui MBG, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B), merupakan intervensi berbasis keluarga yang dinilai efektif dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak sekaligus menekan angka stunting.

Untuk mendukung hal tersebut, Gubernur berharap adanya keterlibatan berbagai sektor agar pelaksanaan program di lapangan berjalan optimal. Pasalnya, hingga akhir Maret 2026, belum seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memberikan layanan MBG kepada kelompok sasaran 3B di masing-masing wilayah.

Al Haris pun mendorong percepatan pelaksanaan program MBG bagi kelompok 3B agar target penurunan stunting di Provinsi Jambi dapat tercapai sesuai harapan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya memasukkan isu kependudukan dan pembangunan keluarga sebagai bagian utama dalam perencanaan pembangunan daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, Angka Kematian Bayi (AKB) di Jambi tercatat sebesar 16,99 per seribu kelahiran, sementara Angka Kematian Ibu (AKI) mencapai 177 per seratus ribu kelahiran.

“Kita perlu memperkuat kelembagaan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mempererat koordinasi dan sinergi antar lembaga, sehingga angka-angka tersebut dapat terus ditekan,” ujar Al Haris.

Baca Juga