Masjid Quba: Masjid Pertama dalam Sejarah Islam yang Pahalanya Setara Umrah

Menu Atas

Masjid Quba: Masjid Pertama dalam Sejarah Islam yang Pahalanya Setara Umrah

Portal Andalas
Minggu, 08 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Masjid Quba merupakan salah satu masjid yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam, setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Arab Saudi. Masjid ini dikenal sebagai masjid pertama yang dibangun oleh Muhammad ketika melakukan hijrah dari Makkah menuju Madinah pada tahun 1 Hijriah atau 622 Masehi. Dalam perjalanan hijrah tersebut, Rasulullah bersama kaum Muhajirin sempat singgah selama beberapa hari di perkampungan Bani Amr bin Auf sebelum memasuki Kota Madinah. Kaum Ansar dari Bani Amr bin Auf kemudian mendukung perjuangan Nabi dengan mewakafkan sebidang tanah seluas sekitar 1.200 meter persegi untuk pembangunan masjid. Guru Besar Filologi dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Oman Fathurahman, menjelaskan bahwa Rasulullah bersama para sahabat meletakkan batu pertama pembangunan masjid tersebut. Penjelasan itu ia sampaikan saat mengunjungi Masjid Quba bersama tim Media Center Haji pada 19 Juni 2025. ### Simbol persatuan umat Islam dan turunnya Surah At-Taubah ayat 108 Pembangunan Masjid Quba dilakukan secara bersama-sama oleh kaum Muhajirin dan Ansar. Semangat kebersamaan tersebut menjadi simbol persatuan umat Islam pada masa awal perkembangan Islam. Masjid ini juga disebut dalam Surah At-Taubah ayat 108 sebagai masjid yang dibangun atas dasar ketakwaan sejak hari pertama. Ayat tersebut turun sebagai respons terhadap berdirinya Masjid Dhirar yang didirikan oleh kaum munafik untuk memecah belah umat Islam. Menurut Oman, Masjid Dhirar dibangun dengan tujuan menyaingi Masjid Quba agar umat Islam tidak beribadah di sana. Karena niatnya yang tidak baik, masjid tersebut kemudian tidak memiliki jejak yang tersisa dalam sejarah. ### Rasulullah rutin mengunjungi Masjid Quba Rasulullah juga sangat menganjurkan umat Islam untuk beribadah di Masjid Quba. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa seseorang yang bersuci dari rumahnya kemudian datang ke Masjid Quba untuk melaksanakan salat, baik wajib maupun sunah, akan mendapatkan pahala setara dengan pahala umrah. Oman menjelaskan bahwa Nabi Muhammad hampir setiap pekan mengunjungi Masjid Quba, khususnya pada hari Sabtu. Kebiasaan ini kemudian menjadi tradisi bagi umat Islam yang berkunjung ke Madinah. ### Berjarak sekitar 3 kilometer dari Masjid Nabawi Masjid Quba berada sekitar tiga kilometer di sebelah tenggara Masjid Nabawi. Lokasi tersebut menjadikan masjid ini salah satu tujuan utama ziarah bagi para jemaah haji maupun umrah yang datang ke Madinah. Sejarah pembangunan Masjid Quba juga menyimpan banyak nilai penting, seperti semangat gotong royong, persatuan, serta pentingnya niat yang tulus dalam membangun kebaikan. ### Warisan arsitektur dan perluasan masjid Sepanjang sejarahnya, Masjid Quba terus dipelihara dan mengalami perluasan secara bertahap. Sejumlah tokoh penting dalam sejarah Islam, seperti Utsman bin Affan dan Umar bin Abdul Aziz, turut berkontribusi dalam pengembangannya. Pada era modern, perluasan besar dilakukan pada masa pemerintahan Fahd bin Abdulaziz Al Saud dengan tetap mempertahankan desain tradisional masjid sekaligus meningkatkan kapasitasnya. Saat ini proyek perluasan yang digagas oleh Salman bin Abdulaziz Al Saud menjadi salah satu proyek terbesar dalam sejarah Masjid Quba. Proyek tersebut dirancang agar masjid mampu menampung hingga sekitar 66.000 jemaah dengan tetap mempertahankan nilai sejarah dan karakter arsitekturnya. ### Jalur ziarah dari Masjid Nabawi ke Masjid Quba Masjid Quba dapat diakses melalui jalur pejalan kaki sepanjang sekitar tiga kilometer yang menghubungkannya dengan Masjid Nabawi. Jalur ini cukup populer di kalangan warga Madinah maupun para peziarah. Banyak pengunjung dianjurkan mengikuti jejak Rasulullah dengan berjalan melalui jalur tersebut sebelum melaksanakan salat di Masjid Quba. Masjid ini terbuka bagi pengunjung sepanjang hari tanpa memerlukan reservasi sebelumnya.

Baca Juga