Portalandalas.com - Menyimpan makanan di dalam kulkas sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas memasak sehari-hari, baik itu makanan mentah, makanan matang, maupun sisa makanan.
Namun, bagaimana dengan makanan yang masih panas? Bolehkah langsung dimasukkan ke kulkas?
Pertanyaan ini sering muncul karena banyak orang terbiasa membiarkan makanan mendingin terlebih dahulu di meja dapur. Kebiasaan tersebut muncul dari anggapan bahwa menyimpan makanan panas di kulkas bisa berbahaya.
Tak heran jika membiarkan makanan dingin secara alami pada suhu ruangan menjadi praktik yang cukup umum.
Padahal, menurut Vanessa Coffman, Ph.D., Direktur Program Stop Foodborne Illness, cara tersebut sebenarnya tidak disarankan karena makanan tidak akan mendingin cukup cepat untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
Ia menjelaskan bahwa bakteri penyebab keracunan makanan dapat berkembang biak dengan sangat cepat, bahkan bisa berlipat ganda setiap 20 menit ketika makanan berada pada suhu berbahaya, yaitu antara 4,4 hingga 60 derajat Celsius.
Agar aman, makanan sebaiknya didinginkan hingga sekitar -6 derajat Celsius dalam waktu dua jam, lalu mencapai -15 derajat Celsius atau lebih rendah dalam empat jam berikutnya. Menurut Coffman, semakin cepat proses pendinginan, maka semakin baik.
Namun, kecepatan pendinginan juga dipengaruhi oleh jenis makanan dan suhu dapur. Pada suhu ruangan, makanan biasanya hanya bisa mencapai sekitar 21 derajat Celsius dalam dua jam, sehingga hampir mustahil mencapai suhu aman akhir sekitar 5 derajat Celsius tanpa bantuan pendingin.
Meski begitu, memasukkan makanan yang masih panas langsung ke kulkas juga tidak dianjurkan. Lalu, bagaimana cara yang benar?
Mengapa makanan panas tidak boleh langsung dimasukkan ke kulkas?
Menyimpan makanan panas di kulkas berisiko karena suhu makanan di dalam wadah bisa tidak merata. Bagian tertentu mungkin masih hangat sehingga memungkinkan bakteri tumbuh dan berkembang, yang pada akhirnya bisa menyebabkan gangguan kesehatan saat makanan dikonsumsi.
Selain itu, porsi makanan panas dalam jumlah besar juga dapat meningkatkan suhu di dalam kulkas sehingga berpotensi membuat makanan lain menjadi tidak aman.
Cara aman menyimpan makanan panas di kulkas
Sebelum memasukkan makanan panas ke dalam kulkas, sebaiknya makanan didinginkan terlebih dahulu dengan metode yang aman.
Salah satu cara yang dianjurkan adalah membagi makanan ke dalam wadah kecil. Dengan membagi porsi, luas permukaan makanan akan bertambah sehingga panas lebih cepat dilepaskan ke lingkungan sekitar. Selain itu, bagian tengah makanan juga akan lebih cepat dingin sehingga keluar dari zona suhu berbahaya.
Untuk hasil optimal, gunakan wadah berbahan logam atau kaca. Logam mampu menghantarkan panas lebih baik dibandingkan plastik sehingga proses pendinginan lebih efektif, sedangkan kaca tahan panas dan tidak berisiko melepaskan mikroplastik ke makanan.
Cara lain yang bisa dilakukan adalah mendinginkan makanan menggunakan air es. Metode ini membantu menurunkan suhu makanan dengan cepat sebelum dimasukkan ke kulkas.
Caranya cukup dengan mengisi wastafel atau wadah besar dengan air es, lalu letakkan wadah makanan panas di dalamnya tanpa sampai air masuk ke dalam makanan. Aduk makanan secara berkala dan periksa suhu menggunakan termometer hingga turun sekitar 21 derajat Celsius sebelum dipindahkan ke kulkas untuk pendinginan lanjutan hingga mencapai suhu sekitar 4 derajat Celsius atau lebih rendah.
Metode ini biasanya lebih efektif untuk makanan berkuah dibandingkan potongan daging karena cairan lebih mudah menghantarkan panas.
Untuk sup atau semur, menambahkan sedikit es juga bisa membantu menurunkan suhu dengan cepat. Mengaduk makanan secara berkala juga penting untuk melepaskan panas yang terperangkap.
Apakah makanan panas boleh langsung dimasukkan ke freezer?
Memasukkan makanan panas langsung ke freezer juga tidak dianjurkan karena dapat meningkatkan suhu di dalam freezer dan membuat makanan beku di sekitarnya mencair.
Berapa lama makanan boleh dibiarkan di suhu ruangan?
Jika makanan matang harus dibiarkan di suhu ruangan, waktunya tidak boleh lebih dari dua jam. Batas waktu ini bahkan menjadi satu jam jika suhu lingkungan mencapai sekitar 32 derajat Celsius.
Hal ini karena makanan yang berada terlalu lama di zona suhu berbahaya berisiko tinggi menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab penyakit.
Dengan memahami cara penyimpanan yang benar, makanan bisa tetap aman dikonsumsi sekaligus menjaga kualitasnya.

