Sistem Pilkada Mau Diubah? PKS Tegaskan Satu Hal Penting: Pemimpin Harus Berkualitas!

Menu Atas

Sistem Pilkada Mau Diubah? PKS Tegaskan Satu Hal Penting: Pemimpin Harus Berkualitas!

Portal Andalas
Selasa, 17 Februari 2026
Bagikan:

Wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah, dari sistem langsung oleh rakyat menjadi melalui perwakilan kembali menjadi perbincangan di tingkat nasional. Menanggapi isu tersebut, Ketua DPW PKS Provinsi Jambi, , menyampaikan bahwa partainya masih melakukan kajian mendalam sebelum menetapkan sikap resmi.

Menurutnya, pemilihan kepala daerah secara langsung memiliki nilai demokrasi yang kuat karena memberikan kesempatan luas bagi rakyat untuk menentukan pemimpinnya sendiri. Dalam sistem ini, masyarakat menjadi penentu utama arah kepemimpinan daerah.

Ia menilai, pemilihan langsung membuat kedaulatan rakyat lebih terasa dibandingkan sistem pemilihan melalui perwakilan. Pernyataan itu disampaikannya saat berdiskusi bersama pengurus beberapa waktu lalu.

Namun demikian, ia mengakui bahwa pilkada langsung juga menyimpan sejumlah persoalan serius, terutama tingginya biaya politik yang kerap menjadi pintu masuk praktik politik uang dan potensi konflik sosial di tengah masyarakat.

Di sisi lain, sistem pemilihan melalui DPRD dinilai memiliki keunggulan dalam meredam konflik horizontal, karena proses pemilihan berlangsung di tingkat legislatif sehingga gesekan di masyarakat bisa diminimalkan.

Meski begitu, mekanisme tersebut juga memiliki kelemahan karena mengurangi keterlibatan langsung masyarakat dalam menentukan pemimpin daerah, sehingga publik berisiko hanya menjadi penonton dalam proses politik yang menentukan masa depan pembangunan daerah.

Mustaharudin menegaskan, hingga kini belum mengambil keputusan final mengenai sistem mana yang akan didukung. Partai masih mendorong evaluasi menyeluruh melalui kajian akademis serta survei publik agar keputusan yang diambil benar-benar matang.

Ia menekankan, yang paling utama bukan semata-mata mekanisme pemilihannya, tetapi bagaimana pilkada mampu melahirkan kepala daerah yang benar-benar berkualitas, berintegritas, serta mampu bekerja untuk kepentingan rakyat.

Menurutnya, sistem pemilihan apa pun seharusnya diarahkan untuk menghasilkan pemimpin daerah yang kompeten, bersih dari praktik politik uang, serta tidak membebani proses politik dengan biaya tinggi, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan efektif dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

“Yang terpenting, pilkada ke depan harus mampu melahirkan pemimpin daerah yang berkualitas, berintegritas, serta meminimalkan praktik politik uang dan biaya politik tinggi,” tegasnya.

Baca Juga