Portalandalas.com - Kebakaran besar terjadi di kawasan SMP Negeri 2 Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh, pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Insiden ini mengakibatkan satu bangunan kantin serta dua ruang kelas yang berada di lantai dua gedung sekolah hangus dilalap api.
Dari informasi yang dihimpun di lokasi, api pertama kali muncul dari area kantin yang terletak di bagian belakang kompleks sekolah. Dalam waktu relatif singkat, api dengan cepat membesar dan menjalar ke dua ruang kelas di lantai atas. Akibatnya, sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan cukup berat, terutama pada jendela, bagian atap atau loteng, serta perlengkapan belajar di dalam ruangan.
Beruntung, saat peristiwa terjadi kegiatan belajar mengajar sedang diliburkan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kondisi ini membuat tidak ada siswa maupun tenaga pendidik di dalam gedung, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Tim pemadam kebakaran yang tiba di lokasi segera melakukan upaya pemadaman guna mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar area sekolah. Hingga laporan ini disampaikan, proses pemadaman masih terus dilakukan oleh petugas.
Salah seorang anggota pemadam kebakaran yang ditemui di lokasi mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.
“Belum diketahui sumber api berasal dari mana, namun yang jelas bagian kantin lebih dulu terbakar,” ujarnya singkat.
Di sisi lain, informasi sementara yang beredar di lokasi menyebutkan dugaan awal bahwa api kemungkinan berasal dari obat nyamuk yang berada di kantin belakang sekolah. Meski begitu, dugaan ini masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.
Akibat insiden tersebut, dua ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius. Selain bagian atap dan jendela yang terbakar, berbagai fasilitas pendidikan seperti meja, kursi, serta buku pelajaran yang berada di dalam ruangan juga ikut terdampak.
Sampai saat ini, jumlah kerugian akibat kebakaran masih belum dapat dipastikan karena proses pemadaman dan pendataan masih berlangsung. Pihak terkait diperkirakan akan melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian sekaligus menghitung total kerugian yang ditimbulkan.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar dan diharapkan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar ketika aktivitas sekolah kembali berjalan normal setelah libur Ramadhan.

