Salah Simpan Nasi Bisa Bikin Sakit! Ini Aturan Aman yang Wajib Tahu

Menu Atas

Salah Simpan Nasi Bisa Bikin Sakit! Ini Aturan Aman yang Wajib Tahu

Portal Andalas
Senin, 09 Februari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Berdasarkan laporan Kementerian Pertanian Amerika Serikat (USDA), lebih dari separuh penduduk dunia menjadikan nasi sebagai makanan pokok. Hal ini wajar, karena nasi memiliki banyak keunggulan: mengenyangkan, bergizi, rasanya lezat, serta harganya relatif terjangkau. Faktor harga ini tentu membantu masyarakat di tengah naiknya biaya kebutuhan pangan. Selain itu, nasi juga sangat mudah diolah menjadi beragam hidangan favorit, seperti nasi goreng, nasi uduk, nasi kuning, hingga nasi hainan. Namun, persoalan yang sering muncul adalah cara menangani sisa nasi. Banyak orang belum memahami metode penyimpanan yang benar agar nasi tetap aman dikonsumsi. Penyimpanan di kulkas maupun freezer menjadi pilihan terbaik untuk menjaga kualitas nasi. Dikutip dari Real Simple (Jumat, 12/12/2025), berikut sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan saat menyimpan nasi di lemari pendingin. Berapa lama nasi matang bisa disimpan di kulkas? Nasi putih merupakan jenis nasi yang paling umum dikonsumsi karena rasanya enak, teksturnya lembut, harganya terjangkau, dan daya simpannya cukup lama. Bahkan, beras putih kering hampir tidak memiliki masa kedaluwarsa. Namun, berbeda dengan nasi yang sudah dimasak. Masa simpan nasi matang sangat bergantung pada cara penyimpanannya. Nasi yang akan disimpan sebaiknya segera dipindahkan ke dalam satu atau beberapa wadah. Biarkan nasi mendingin terlebih dahulu di suhu ruangan tanpa ditutup, maksimal selama 60 menit. Jika jumlah nasi cukup banyak dan masih panas, aduk perlahan agar uap panas keluar. Membagi nasi ke dalam wadah kecil juga membantu proses pendinginan lebih cepat. Setelah dingin, tutup wadah dan simpan di kulkas. Nasi harus sudah masuk kulkas maksimal dua jam setelah dimasak. Mengacu pada aplikasi FoodKeeper dari FoodSafety.gov, nasi matang dapat bertahan di kulkas selama 4–6 hari, asalkan disimpan dengan benar dalam waktu dua jam setelah dimasak. Sebelum menghangatkan kembali, periksa kondisi nasi. Aroma asam atau bau tidak sedap biasanya menjadi tanda awal nasi sudah tidak layak konsumsi. Perubahan tekstur menjadi berlendir juga menandakan adanya kelembapan berlebih dan potensi pertumbuhan bakteri berbahaya. Jika ragu, sebaiknya nasi dibuang. Namun, jika aroma dan tampilannya masih normal, umumnya nasi masih aman untuk dikonsumsi. Dalam kondisi pemadaman listrik, nasi matang yang tersimpan sebaiknya dibuang demi keamanan, sesuai rekomendasi FoodSafety.gov, karena paparan suhu hangat terlalu lama dapat meningkatkan risiko keracunan makanan. Berapa lama nasi matang bisa disimpan di freezer? Sebagai alternatif, nasi matang juga dapat dibekukan hingga enam bulan. Dalam waktu maksimal dua jam setelah dimasak, nasi yang sudah dingin sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara, seperti kantong freezer atau wadah khusus penyimpanan beku. Untuk mencairkannya, nasi bisa diletakkan di kulkas semalaman, dipanaskan di microwave, atau langsung ditumis di wajan hingga benar-benar panas. Apakah nasi sisa aman dipanaskan kembali? Memanaskan nasi sisa tidak sesederhana yang terlihat. Nasi dapat mengandung spora bakteri Bacillus cereus yang berpotensi menyebabkan keracunan makanan. Bahkan setelah dipanaskan kembali, bakteri ini masih bisa bertahan jika proses pemanasan tidak dilakukan dengan benar. Karena itu, penting memastikan nasi dipanaskan hingga benar-benar panas sebelum dikonsumsi. Suhu aman yang dianjurkan adalah sekitar 73 derajat Celsius. Karena sulit mengukur suhu butiran nasi, pastikan nasi terasa panas merata. Selain itu, nasi sebaiknya hanya dipanaskan ulang satu kali, dan sebaiknya dipanaskan dalam porsi kecil. Dengan penyimpanan yang tepat, penggunaan dalam waktu singkat, serta pemanasan ulang yang benar, risiko keracunan makanan akibat nasi sisa dapat diminimalkan secara signifikan.

Baca Juga