Ramadan 2026 Berpotensi Beda Awal! Ini Prediksi Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan BRIN

Menu Atas

Ramadan 2026 Berpotensi Beda Awal! Ini Prediksi Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan BRIN

Portal Andalas
Senin, 09 Februari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, perhatian umat Islam di Indonesia kembali tertuju pada penentuan awal puasa. Sejumlah lembaga, mulai dari pemerintah, organisasi keagamaan, hingga institusi riset nasional, telah merilis prediksi masing-masing mengenai kemungkinan jatuhnya 1 Ramadan 2026. Perbedaan metode penetapan awal bulan Hijriah, khususnya antara perhitungan astronomi (hisab) dan pengamatan langsung (rukyat), menjadi faktor utama mengapa awal Ramadan hampir setiap tahun berpotensi berbeda. Berikut rangkuman proyeksi awal Ramadan 2026 berdasarkan pandangan berbagai lembaga. Versi Pemerintah Pemerintah melalui Kementerian Agama RI akan menentukan awal Ramadan 1447 H lewat sidang isbat. Agenda ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, bersamaan dengan kegiatan rukyatul hilal yang dilakukan serentak di berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia. Proses sidang diawali dengan pemaparan data astronomi posisi bulan, kemudian dilanjutkan dengan laporan hasil pengamatan hilal dari daerah-daerah. Hasil sidang isbat tersebut akan menjadi keputusan resmi pemerintah terkait awal puasa Ramadan. Versi Nahdlatul Ulama (NU) Nahdlatul Ulama tetap berpegang pada metode rukyatul hilal yang diperkuat oleh perhitungan hisab. Penentuan awal Ramadan dilakukan berdasarkan hasil pengamatan hilal pada penghujung bulan Syaban 1447 H. Lembaga Falakiyah NU akan mengoordinasikan pemantauan hilal di berbagai lokasi strategis. Jika hilal berhasil terlihat sesuai kriteria imkanur rukyah, maka Ramadan akan dimulai keesokan harinya. Pengumuman resmi biasanya disampaikan setelah seluruh laporan rukyat dianalisis dan diverifikasi. Versi Muhammadiyah Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal Ramadan 1447 H dengan metode hisab hakiki wujudul hilal. Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 1 Ramadan 1447 H ditetapkan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Dengan keputusan tersebut, warga Muhammadiyah akan mulai menjalankan ibadah puasa pada tanggal tersebut. Sementara itu, Idul Fitri 1447 H juga telah ditetapkan, yakni pada Jumat, 20 Maret 2026. Versi BRIN Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) turut menyampaikan kajian ilmiah terkait posisi hilal Ramadan 2026. Berdasarkan analisis astronomi, peneliti BRIN memperkirakan awal Ramadan berpotensi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. BRIN menjelaskan bahwa pada saat matahari terbenam tanggal 17 Februari 2026, posisi bulan masih berada di bawah ufuk sehingga belum memungkinkan untuk diamati. Karena itu, bagi kelompok yang mengutamakan metode rukyat, awal Ramadan diperkirakan baru dimulai sehari setelahnya. Perbedaan prediksi mengenai awal Ramadan ini merupakan fenomena yang lazim terjadi di Indonesia. Masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dari masing-masing otoritas serta tetap menjaga sikap saling menghargai dalam menyikapi perbedaan penetapan awal ibadah puasa.

Baca Juga