Portalandalas.com - Kurma merupakan buah yang sangat lekat dengan budaya masyarakat Timur Tengah sekaligus dikenal sebagai makanan sehat yang semakin diminati di berbagai negara. Dari sekian banyak varietas, kurma ajwa dan kurma medjool dikenal sebagai dua jenis premium yang paling populer dan banyak diburu.
Walau sama-sama berkualitas tinggi, keduanya memiliki perbedaan mencolok mulai dari asal, ukuran, rasa, tekstur, kandungan gizi, hingga manfaat kesehatannya. Perbedaan ini sering memunculkan pertanyaan: mana yang lebih unggul? Untuk menjawabnya, berikut ulasan perbandingan lengkap antara kurma ajwa dan medjool.
Asal-usul kurma ajwa dan medjool
Kurma ajwa berasal dari Madinah, Arab Saudi, dan dikenal sebagai “kurma Nabi”. Dalam tradisi Islam, kurma ini diyakini pertama kali ditanam oleh Nabi Muhammad SAW sekitar 14 abad lalu. Nilai sejarah dan spiritual tersebut membuat ajwa memiliki kedudukan khusus di kalangan umat Muslim. Secara tampilan, ajwa berwarna hitam pekat dengan kulit sedikit berkerut, berukuran kecil hingga sedang, serta memiliki tekstur agak kering namun tetap lembut saat dikunyah.
Sementara itu, kurma medjool berasal dari Maroko dan kini banyak dibudidayakan di berbagai wilayah seperti Palestina, Yordania, Arab Saudi, Afrika Selatan, Iran, hingga Amerika Serikat. Karena ukurannya besar, medjool sering dijuluki “raja kurma”. Warnanya cokelat keemasan hingga cokelat gelap dengan daging buah tebal dan lembut. Rasa manisnya kuat dan sering disamakan dengan karamel atau madu sehingga dijuluki permen alami.
Perbandingan harga
Harga kedua jenis kurma ini pada 2026 menunjukkan perbedaan yang cukup menarik. Kurma ajwa memiliki rentang harga yang sangat beragam, mulai dari yang terjangkau hingga sangat mahal tergantung kualitas, ukuran, keaslian asal Madinah, serta merek dan kemasannya. Varian premium tertentu bahkan memiliki harga per gram yang lebih tinggi dibandingkan medjool, meski tersedia juga pilihan ekonomis.
Sebaliknya, medjool cenderung memiliki harga rata-rata lebih tinggi karena ukuran besar dan kualitas daging buahnya. Pada awal 2026, harga medjool per kilogram berkisar antara Rp150.000 hingga Rp350.000 dengan varian super jumbo berada di kisaran tertinggi. Secara umum, ajwa menawarkan pilihan harga lebih fleksibel, sementara medjool relatif stabil sebagai kurma premium internasional.
Perbedaan ukuran, rasa, dan tekstur
Ajwa berukuran lebih kecil dengan warna hitam pekat dan tekstur agak kering. Rasa manisnya ringan dan tidak terlalu kuat dengan aroma khas yang lembut, cocok bagi yang tidak menyukai rasa terlalu manis.
Medjool tampil lebih besar dengan daging buah sangat tebal, lembut, dan juicy. Manisnya lebih kuat namun tetap seimbang seperti karamel atau madu sehingga sangat digemari sebagai camilan sehat.
Kandungan nutrisi
Dari sisi gizi, keduanya sama-sama kaya nutrisi tetapi memiliki komposisi berbeda. Ajwa cenderung memiliki kalori, karbohidrat, dan serat lebih tinggi sehingga baik untuk pencernaan dan memberi energi tahan lama. Ajwa juga mengandung protein, zat besi, dan kalium yang cukup tinggi.
Medjool memiliki kadar gula lebih tinggi sehingga memberikan energi cepat. Kandungan sukrosa, glukosa, dan fruktosanya menghasilkan rasa manis khas. Selain itu, medjool memiliki kandungan kalsium lebih tinggi serta sedikit sodium.
Secara umum, ajwa lebih cocok bagi yang ingin konsumsi rendah gula, sedangkan medjool cocok untuk kebutuhan energi instan.
Manfaat kesehatan
Ajwa kaya serat sehingga membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Karbohidrat alaminya memberikan energi lebih stabil, menjadikannya ideal saat puasa. Kandungan kalium membantu menjaga kesehatan jantung, sementara antioksidannya membantu melawan radikal bebas. Penelitian yang dipublikasikan oleh NCBI juga menunjukkan potensi ajwa dalam mendukung kesehatan reproduksi pria.
Medjool dikenal sebagai sumber energi cepat berkat gula alaminya. Kandungan kalsium membantu menjaga kesehatan tulang dan seratnya tetap mendukung sistem pencernaan. Dengan kadar lemak dan kolesterol rendah, medjool juga baik untuk kesehatan jantung.
Kelebihan dan kekurangan
Ajwa memiliki keunggulan pada ukuran kecil sehingga praktis dikonsumsi serta kandungan gula yang lebih rendah sehingga lebih aman bagi yang membatasi asupan gula. Harganya juga relatif lebih terjangkau. Namun rasanya tidak terlalu manis dan teksturnya lebih kering sehingga kurang cocok bagi pencinta kurma manis.
Medjool unggul dari segi rasa dan tekstur dengan manis alami seperti karamel serta daging buah tebal dan mengenyangkan. Namun kandungan gulanya cukup tinggi sehingga perlu diperhatikan bagi yang mengontrol gula. Selain itu, medjool lebih mudah lembek jika disimpan pada suhu ruang dan harganya cenderung lebih mahal.
Kesimpulan
Kurma ajwa cocok bagi yang mengutamakan nilai spiritual, nutrisi padat, dan kandungan gula lebih rendah. Kurma ini ideal untuk konsumsi harian, puasa, maupun pengobatan sunnah.
Sebaliknya, kurma medjool tepat bagi yang mencari rasa manis alami, tekstur lembut, dan sumber energi cepat. Walau harganya lebih tinggi, kualitas rasa membuatnya menjadi favorit banyak orang.
Pada akhirnya, pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan dan selera masing-masing, karena baik ajwa maupun medjool sama-sama memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa.

