Portalandalas.com - Beberapa gejala kanker otak dapat muncul pada malam hari, tetapi sering kali tidak disadari oleh penderitanya.
Kanker otak merupakan penyakit yang berasal dari sel-sel di otak dan dapat menimbulkan tekanan pada jaringan di sekitarnya.
Mengacu pada informasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kanker otak perlu diwaspadai karena dapat berkembang dengan cepat dan berpotensi menyebar ke bagian lain otak maupun sumsum tulang belakang.
Sebagian besar kasus yang terjadi termasuk kanker sekunder, yaitu sel kanker yang menyebar ke otak dari organ tubuh lain. Sementara kanker otak primer merupakan kanker yang berasal langsung dari jaringan otak.
Lantas, apa saja gejala kanker otak yang sering muncul pada malam hari? Berikut penjelasannya.
1. Perubahan pola tidur
Penderita kanker otak berisiko mengalami perubahan pola tidur yang cukup signifikan.
Menurut laporan dari National Cancer Institute, hampir satu dari lima pasien mengalami gangguan tidur yang membuat aktivitas pada siang hari menjadi lebih sulit.
Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan risiko munculnya kecemasan hingga depresi.
Terri Armstrong, Ph.D dari Cabang Neuro-Onkologi di National Cancer Institute, menjelaskan bahwa gangguan tidur merupakan kondisi yang cukup umum pada pasien neuro-onkologi.
Ia menemukan adanya perubahan pola tidur melalui studi observasional yang menggunakan perangkat pintar untuk memantau tidur, detak jantung, dan aktivitas pasien. Data tersebut kemudian dikombinasikan dengan penilaian langsung dari pasien.
2. Sakit kepala berubah saat berganti posisi
Sakit kepala yang terasa tidak biasa, terutama jika nyerinya berubah saat berpindah posisi, perlu diwaspadai.
Ahli onkologi saraf dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center, Lauren Schaff, menjelaskan bahwa sakit kepala dapat disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam kepala.
Menurutnya, tekanan dapat meningkat ketika seseorang berbaring dalam waktu lama, seperti saat tidur di malam hari, dibandingkan saat duduk atau berdiri.
Ia juga menegaskan bahwa kanker otak tidak biasanya ditandai hanya dengan satu kali sakit kepala yang kemudian tidak kambuh. Banyak orang mengalami sakit kepala primer yang sering terjadi tanpa terkait kanker.
Namun, sakit kepala perlu mendapat perhatian jika semakin berat dan disertai gejala neurologis.
Gejala neurologis bisa muncul karena otak mengendalikan berbagai fungsi tubuh, seperti berbicara, berjalan, mengingat, hingga emosi.
Sakit kepala akibat kanker otak sering disertai gejala lain seperti:
Kesulitan mengikuti instruksi sederhana
Kebingungan
Mati rasa atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh
Kesulitan berbicara
Sulit memahami ucapan orang lain
Gangguan berjalan seperti menyeret kaki atau langkah yang tidak seimbang
3. Gangguan tidur
Tidur berfungsi untuk memulihkan kondisi tubuh dan menyegarkan kembali energi.
Namun jika tidur sering terganggu atau terasa tidak cukup, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan fisik, mental, dan aktivitas sehari-hari.
Menurut National Cancer Institute, gangguan tidur merupakan salah satu gejala yang cukup umum pada kanker otak maupun kanker tulang belakang.
Gangguan ini dapat dipicu oleh perubahan fisik dalam tubuh, efek samping pengobatan, maupun kecemasan akibat penyakit yang dialami.
Jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Hindari mendiagnosis sendiri tanpa pemeriksaan medis karena dapat menyebabkan keterlambatan penanganan yang berisiko serius bagi kesehatan.

