Portalandalas.com - Suara mendesis minyak panas ketika sepotong ikan segar menyentuh wajan, disertai aroma gurih yang langsung memenuhi dapur, sering membangkitkan selera sekaligus membawa kenangan masa kecil. Ikan goreng, dengan kulitnya yang renyah dan dagingnya yang lembut, selalu menjadi primadona di meja makan keluarga Indonesia. Kenikmatan sederhana ini terasa begitu memuaskan.
Namun, tahukah Anda bahwa kesenangan ini sebenarnya menyimpan risiko tersembunyi bagi tubuh? Apa yang tampak sebagai santapan sehat bisa berubah menjadi “musuh” bagi kesehatan jika diolah dengan cara yang salah. Mari simak penjelasan para ahli.
Dampak Menggoreng Ikan
Menurut Tiyarman Gulo, menggoreng ikan dapat mengubah nutrisi menjadi berbahaya. Omega-3 rusak menjadi lemak trans, dan senyawa pemicu kanker pun muncul. Oleh karena itu, memilih metode memasak yang lebih sehat sangat disarankan.
Paradoks Ikan
Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum., seorang dokter dan pakar gizi, menegaskan bahwa ikan adalah makanan ajaib. “Ikan adalah sumber protein terbaik,” katanya. Di dalamnya terkandung omega-3, vitamin A hingga K, serta mineral penting seperti kalsium, zat besi, dan zinc. Singkatnya, ikan adalah paket lengkap dari alam untuk menyehatkan tubuh. Maka dari itu, para ahli selalu menyarankan agar kita rutin mengonsumsi ikan—tetapi dengan satu catatan: hindari ikan yang digoreng.
Kerugian 1: Omega-3 Berubah Jadi Lemak Trans
Omega-3 yang seharusnya menjadi pahlawan bagi jantung dan otak akan berubah menjadi lemak trans saat ikan digoreng dalam minyak panas. Lemak trans adalah musuh besar bagi kesehatan, meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah, penyakit jantung, dan gangguan kardiovaskular. Ironisnya, niat kita untuk menyehatkan jantung justru bisa berbalik merusaknya.
Kerugian 2: Senyawa Pemicu Kanker
Selain kehilangan manfaat omega-3, proses menggoreng juga menghasilkan senyawa karsinogen seperti akrilamida dan polycyclic aromatic hydrocarbon. Senyawa ini berpotensi memicu pertumbuhan sel kanker. Jadi, setiap kali menikmati kulit ikan yang renyah, tanpa sadar kita mungkin memasukkan zat berbahaya ke dalam tubuh.
Solusi: Olahan Ikan yang Sehat
Meski begitu, ikan tetap sangat dianjurkan untuk dikonsumsi. Kuncinya adalah mengubah cara memasak. Beruntung, kuliner Nusantara menawarkan banyak alternatif sehat:
Pepes: Ikan dibumbui rempah, dibungkus daun pisang, kemudian dikukus atau dibakar. Semua nutrisi tetap terjaga tanpa minyak berlebih.
Gulai Ikan: Ikan dimasak dalam kuah santan dengan rempah, menciptakan rasa gurih dan menyehatkan.
Pindang, Arsik, Asam Padeh: Sup ikan dengan kuah asam, pedas, atau bening, nutrisi larut dalam kuah yang kita santap.
Naniura: Ikan “sashimi” ala Batak, dimatangkan dengan asam jungga tanpa panas, sehingga nutrisinya tetap utuh.
Metode ini menjaga cita rasa alami ikan tanpa menimbulkan risiko dari minyak panas atau tepung.
Memilih Ikan Segar
Semua cara memasak sehat tidak akan optimal jika bahan bakunya buruk. Pastikan ikan yang dibeli benar-benar segar:
Mata: Jernih dan menonjol, hindari yang kusam atau cekung.
Insang: Merah segar, bukan cokelat atau keabu-abuan.
Perut: Tekan lembut, harus kenyal dan kembali ke bentuk semula.
Kulit & Sisik: Kulit mengilap, sisik menempel kuat.
Bau: Harus berbau laut, bukan amis atau busuk.
Mengubah Kebiasaan, Demi Kesehatan
Meninggalkan kebiasaan menggoreng ikan mungkin terasa sulit, tetapi memahami risiko ini penting untuk menjaga tubuh tetap sehat. Tujuannya bukan menghilangkan kenikmatan, melainkan memastikan tubuh mendapatkan semua manfaat dari ikan, bukan efek sampingnya.
Kini saatnya mencoba olahan ikan non-goreng yang lezat dan menyehatkan. Bagikan resep favorit Anda agar orang lain juga bisa merasakan manfaatnya!

