Duel Penuh Emosi! Mourinho Bertekad Singkirkan Real Madrid

Menu Atas

Duel Penuh Emosi! Mourinho Bertekad Singkirkan Real Madrid

Portal Andalas
Rabu, 18 Februari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - leg pertama babak gugur Liga Champions yang mempertemukan Benfica dan Real Madrid, Jose Mourinho tampil dengan sikap santai namun tetap menunjukkan ambisi besar. Dikutip dari Managing Madrid, di hadapan awak media pelatih asal Portugal itu secara terbuka mengakui keinginannya untuk menyingkirkan mantan klub yang pernah ia tangani dari kompetisi Eropa. Namun sebelum membahas pertandingan tersebut, Mourinho terlebih dahulu merespons spekulasi yang kembali mengaitkan dirinya dengan Real Madrid dan presidennya, Florentino Perez. Ia menegaskan tidak ingin memunculkan cerita yang tidak berdasar. Menurutnya, siapa pun bisa saja menolak tawaran Florentino, dan ia merasa sudah memberikan segalanya selama membesut Real Madrid — baik keberhasilan maupun kesalahan — dengan usaha terbaik yang ia miliki. Mourinho juga menekankan bahwa dalam melatih tim ia selalu bekerja secara total, begitu pula saat memutuskan berpisah. Ia merasa telah mencurahkan seluruh kemampuannya sehingga tetap mendapat rasa hormat, terlepas dari keberhasilan maupun kekurangan yang ada. Ia kembali menegaskan tidak ingin memperpanjang rumor, karena kenyataannya ia masih memiliki kontrak satu tahun bersama Benfica dengan klausul yang memungkinkan kedua pihak mengakhirinya dengan mudah. Menurutnya, tidak ada lagi hal yang tersisa dengan Real Madrid. Ia mengaku memang ingin meninggalkan klub tersebut dan berharap Álvaro Arbeloa bisa meraih gelar La Liga serta bertahan lama di klub karena dinilai sebagai sosok yang pantas mendapatkannya. Mourinho juga mengungkapkan komunikasi terakhirnya dengan Perez terjadi saat ia resmi menandatangani kontrak dengan Benfica, di mana sang presiden memberikan ucapan selamat. Ia menyebut hubungan mereka tetap baik dan tidak perlu ditutup-tutupi. Ia mengenang pesan dari pihak klub saat dirinya pergi, yang menyebut ia meninggalkan tim tepat ketika masa yang lebih mudah akan datang setelah kerja keras dilakukan. Meski begitu, ia merasa keputusan tersebut tepat karena keluarga menjadi prioritas utamanya saat itu. Mourinho menegaskan bahwa kepergiannya dari Madrid merupakan keputusan pribadi, sesuatu yang jarang terjadi di klub sebesar itu. Ia merasa pergi dengan hati nurani yang bersih dan berharap publik melupakan dirinya serta fokus mendukung tim agar terus melaju. Meski sempat bernostalgia, fokus utama Mourinho tetap pada pertandingan. Ia menilai Benfica memiliki peluang yang sama besar untuk lolos, walaupun mengalahkan Real Madrid bukan tugas yang mudah. Ia mengakui menundukkan Real Madrid sangat sulit, apalagi jika harus melakukannya lebih dari sekali untuk menyingkirkan mereka. Menurutnya, laga kali ini tidak akan sama dengan pertemuan sebelumnya dan timnya harus bermain dengan semangat kompetitif penuh. Atmosfer pertandingan di Lisbon diprediksi akan berlangsung panas. Mourinho memahami betul mentalitas dan DNA Real Madrid di kompetisi Eropa, tetapi ia juga menyadari bahwa format dua leg selalu membuka peluang bagi kedua tim. Bagi Mourinho, duel ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan soal ambisi, harga diri, serta pembuktian bahwa dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi — bahkan ketika harus menghadapi klub yang pernah menjadi rumahnya sendiri.

Baca Juga