Portalandalas.com - Jika berbicara tentang penyakit mematikan, kanker usus termasuk salah satu yang paling berbahaya. Penyakit ini telah merenggut banyak nyawa, termasuk dari kalangan selebriti Tanah Air.
Beberapa nama seperti aktor senior Henky Soelaeman, Titi Qadarsih, istri ustaz Maulana, dan sejumlah figur publik lainnya diketahui meninggal akibat penyakit ini. Kanker usus dikenal sebagai salah satu jenis kanker dengan tingkat fatalitas tinggi, karena banyak penderitanya baru menyadari keberadaan penyakit ini ketika sudah memasuki stadium lanjut.
Kanker usus merupakan kanker yang umumnya berkembang di usus besar atau bagian akhir saluran pencernaan. Mengutip Mayo Clinic, penyakit ini lebih sering menyerang kelompok usia lanjut, meskipun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada usia yang lebih muda.
Penyakit ini biasanya berawal dari polip, yakni benjolan kecil jinak yang tumbuh di dinding bagian dalam usus besar. Seiring waktu, polip tersebut dapat berkembang menjadi kanker. Pada fase awal, banyak penderita tidak merasakan gejala apa pun. Namun, kanker usus sebenarnya dapat dicegah melalui pemeriksaan usus secara rutin, sehingga polip bisa dideteksi dan ditangani sejak dini sebelum berubah menjadi kanker.
Salah satu figur publik yang diketahui menderita kanker usus adalah pesinetron Zainal Abidin Domba. Mengutip GridPop.ID, ia meninggal dunia pada tahun 2015 akibat kanker usus stadium IV yang dideritanya. Komedian senior tersebut menghembuskan napas terakhir di usia 57 tahun.
Dari kasus yang dialami almarhum, diketahui bahwa kanker usus juga dapat dipicu oleh kebiasaan sehari-hari, termasuk cara memasak daging. Lalu, kebiasaan memasak seperti apa yang berpotensi meningkatkan risiko kanker usus? Berikut penjelasannya:
1. Memasak daging dengan suhu tinggi
Dikutip dari Sajian Sedap, memasak daging sapi pada suhu tinggi dapat berdampak buruk bagi kesehatan usus. Proses ini dapat memunculkan senyawa kimia bernama HCA (amina heterosiklik), yang berpotensi memicu pertumbuhan sel kanker di usus. Senyawa ini ditemukan pada daging sapi yang dimasak dengan suhu tinggi, dan tidak ditemukan pada daging ayam. Untuk mengurangi risikonya, disarankan memasak daging sapi dengan suhu yang lebih rendah.
2. Menggoreng, memanggang, atau membakar daging
Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa daging sapi yang dimasak dengan cara dipanggang atau dibakar berpotensi meningkatkan risiko kanker usus. Metode ini termasuk proses pemasakan bersuhu tinggi, yang menyebabkan bagian luar daging menjadi gosong atau kecokelatan. Jurnal Internasional tentang kanker menyebutkan bahwa permukaan daging sapi yang menghitam atau kecokelatan dapat memicu risiko kanker usus.
3. Konsumsi daging olahan
Daging olahan sudah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker usus. Hal ini disebabkan oleh kandungan nitrat sebagai bahan pengawet. Di dalam tubuh, nitrat dapat berubah menjadi nitrosamin, senyawa yang bersifat karsinogenik dan dapat memicu pertumbuhan sel kanker. Risiko ini akan semakin tinggi jika daging olahan dimasak dengan cara dibakar atau dipanggang.
Karena itu, penting untuk mulai memperhatikan cara memasak daging dengan lebih sehat, serta membatasi konsumsi daging olahan demi menjaga kesehatan jangka panjang, terutama kesehatan usus.

