Portalandalas.com - Demam merupakan salah satu efek samping yang paling sering dialami bayi setelah vaksinasi. Banyak bayi yang mengalami peningkatan suhu tubuh beberapa waktu setelah menerima imunisasi.
Namun, bagaimana jika si Kecil justru tidak mengalami demam atau bahkan tidak menunjukkan reaksi apa pun setelah divaksin? Apakah kondisi ini masih tergolong normal? Ataukah justru menandakan bahwa vaksin yang diberikan tidak bekerja secara optimal?
Lalu, mengapa respons bayi terhadap vaksin bisa berbeda-beda? Berikut rangkuman penjelasannya untuk Mama.
Mengapa Sebagian Bayi Demam setelah Vaksinasi, dan Sebagian Lagi Tidak?
Demam memang menjadi reaksi yang paling umum muncul setelah imunisasi. Namun, tidak munculnya demam bukan berarti vaksin tidak efektif.
Bila si Kecil tidak mengalami demam setelah vaksinasi, Mama tidak perlu khawatir. Mengutip penjelasan dr. Miza Afrizal Azwir, Sp.A, Bmedsci, Mkes melalui akun Instagram pribadinya @mizaafrizal, setiap bayi memiliki sistem imun yang berbeda. Saat vaksin masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan akan merespons, tetapi bentuk respons tersebut bisa beragam pada setiap anak.
Ada bayi yang mengalami demam, ada yang hanya mengalami kemerahan di area suntikan, dan ada pula yang sama sekali tidak menunjukkan gejala apa pun.
Perbedaan respons ini dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti kondisi genetik, status gizi, kualitas tidur, hingga kemungkinan adanya infeksi ringan yang tidak terdeteksi saat vaksinasi dilakukan.
Bolehkah Memberikan Paracetamol sebelum Vaksinasi?
Sebagian orang tua mungkin tergoda memberikan paracetamol terlebih dahulu agar bayi tidak demam setelah imunisasi. Namun, hal ini sebaiknya dihindari.
dr. Miza menjelaskan bahwa pemberian paracetamol sebelum vaksinasi justru dapat menurunkan respons antibodi terhadap beberapa antigen vaksin. Artinya, pembentukan kekebalan tubuh bisa tidak optimal.
Paracetamol sebaiknya diberikan untuk meredakan gejala yang sudah muncul, bukan sebagai langkah pencegahan sebelum vaksinasi.
Hal yang Perlu Diantisipasi setelah Vaksinasi
Setelah imunisasi, bayi mungkin akan menangis sesaat, tetapi biasanya akan segera tenang setelah dipeluk.
Area bekas suntikan juga bisa terasa nyeri dan tampak kemerahan selama 2–3 hari, lalu menghilang dengan sendirinya.
Demam umumnya muncul dalam waktu beberapa hari hingga satu minggu setelah vaksinasi. Waktu kemunculan demam bisa berbeda-beda, tergantung jenis vaksin dan cara kerjanya dalam membentuk kekebalan tubuh.
Karena sebagian vaksin memerlukan lebih dari satu dosis, demam juga bisa lebih sering muncul pada pemberian dosis lanjutan.
Beberapa bayi mungkin tampak rewel, tidak nyaman, bahkan mengalami demam tinggi.
Jika bayi mengalami demam, berikut langkah yang bisa Mama lakukan:
Pastikan bayi tidak mengenakan pakaian atau selimut berlapis-lapis
Cukupi kebutuhan cairannya
Berikan parasetamol cair atau ibuprofen untuk membantu menurunkan suhu tubuh
Ikuti dosis dan aturan pakai obat dengan benar
Jika ragu, segera konsultasikan dengan dokter
Reaksi alergi berat akibat vaksin sangat jarang terjadi. Jika pun muncul, biasanya terjadi dalam hitungan menit setelah vaksinasi. Tenaga medis telah terlatih untuk menangani kondisi tersebut dengan cepat dan tepat, sehingga bayi dapat segera ditangani dan pulih dengan baik.
Itulah penjelasan mengapa ada bayi yang mengalami demam setelah vaksinasi dan ada pula yang tidak. Semoga informasi ini bisa membantu menenangkan kekhawatiran Mama. Jangan lupa, tetap patuhi jadwal imunisasi si Kecil agar perlindungan kesehatannya tetap optimal 💛

