Sering Dilarang Mandi Malam, Dokter Ungkap Penyebab Rematik Sebenarnya

Menu Atas

Sering Dilarang Mandi Malam, Dokter Ungkap Penyebab Rematik Sebenarnya

Portal Andalas
Rabu, 07 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Di tengah masyarakat, masih banyak beredar anggapan bahwa mandi pada malam hari dapat memicu penyakit rematik. Keyakinan ini muncul karena udara dingin di malam hari dianggap bisa menyebabkan sendi terasa nyeri dan tubuh menjadi kaku. Namun, anggapan bahwa mandi malam menjadi penyebab rematik sejatinya hanyalah mitos dan tidak didukung oleh bukti medis. Jika demikian, apa sebenarnya faktor yang memicu munculnya penyakit rematik? Faktor-Faktor Penyebab Rematik 1. Faktor Keturunan Seseorang yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan riwayat rematik memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa. Karena itu, bila terdapat riwayat rheumatoid arthritis dalam keluarga, penting untuk waspada terhadap gejala awal dan segera memeriksakan diri saat muncul keluhan pada sendi. 2. Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh Pada kondisi tertentu, sistem imun justru menyerang jaringan sendi seolah-olah menghadapi infeksi. Mekanisme inilah yang terjadi pada penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis maupun juvenile idiopathic arthritis pada remaja. Peradangan kronis yang berlangsung lama dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, hingga kerusakan sendi. 3. Jenis Kelamin Beberapa jenis penyakit rematik lebih sering menyerang kelompok tertentu. Rheumatoid arthritis, misalnya, lebih banyak dialami oleh perempuan, sementara ankylosing spondylitis cenderung lebih sering ditemukan pada laki-laki. 4. Kelebihan Berat Badan Obesitas dapat memberikan tekanan berlebih pada sendi, khususnya pada sendi penopang seperti lutut dan pergelangan kaki. Beban yang terus-menerus ini membuat sendi lebih rentan mengalami iritasi dan kerusakan. Rematik atau rheumatoid arthritis sendiri merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan peradangan kronis pada sendi akibat gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan sendiri. Dr. Terence Rooney, M.D., dokter spesialis reumatologi, menjelaskan bahwa penyakit rematik dapat menyerang siapa saja. “Hampir tanpa pengecualian, penyakit rematik autoimun dapat terjadi pada siapa pun, tanpa memandang usia, jenis kelamin, faktor genetik, latar belakang keluarga, maupun tempat tinggal,” ujarnya. Meski demikian, ia menambahkan bahwa terdapat faktor dan kelompok tertentu yang memang lebih rentan mengalami penyakit ini. 5. Riwayat Kesehatan Beberapa kondisi kesehatan dapat meningkatkan risiko rematik, seperti infeksi virus atau bakteri, penyakit gusi, trauma pada masa kanak-kanak, hingga stres berat yang berkepanjangan. 6. Kebiasaan Merokok Zat berbahaya dalam asap rokok dapat mengganggu sistem imun dan memicu peradangan pada sendi, sehingga meningkatkan risiko terjadinya rematik. 7. Paparan Zat Kimia dan Polusi Paparan bahan kimia tertentu maupun polutan lingkungan, seperti hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH), juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terserang penyakit rematik. Cara Mencegah Rematik dan Menjaga Kesehatan Sendi Untuk menjaga sendi tetap sehat dan menurunkan risiko rematik, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain: Menghindari kebiasaan merokok Menjaga berat badan agar tetap ideal Mengonsumsi makanan bergizi yang bersifat anti-inflamasi, seperti sayur, buah, ikan berlemak, dan kacang-kacangan Berolahraga secara rutin minimal 30 menit setiap hari Mencukupi waktu tidur dan mengelola stres dengan baik Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin jika memiliki riwayat keluarga dengan rematik Sebagai kesimpulan, rematik bukan disebabkan oleh kebiasaan mandi malam seperti yang selama ini dipercaya banyak orang. Penyakit ini lebih dipengaruhi oleh faktor autoimun, keturunan, obesitas, gaya hidup tidak sehat, infeksi, paparan zat berbahaya, serta kebiasaan merokok. Oleh sebab itu, menerapkan pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan sendi dalam jangka panjang.

Baca Juga