Portalandalas.com - Rambutan adalah salah satu buah musiman yang sangat mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Buah ini umumnya mulai berbuah pada akhir tahun hingga memasuki bulan-bulan awal tahun berikutnya. Ketika musim panen tiba, rambutan bisa dibeli dengan harga yang relatif murah dan terjangkau.
Meski harganya ekonomis, kandungan gizi dan manfaat rambutan tidak bisa dianggap remeh. Buah ini diketahui kaya akan antioksidan, serat, serta berbagai zat yang bermanfaat untuk mendukung fungsi tubuh. Dikutip dari TribunHealth.com yang merangkum berbagai sumber, berikut sejumlah manfaat rambutan bagi kesehatan.
1. Kaya akan antioksidan
Rambutan mengandung vitamin C dalam jumlah tinggi. Vitamin yang larut dalam air ini berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh sekaligus mendukung kesehatan kulit. Selain itu, vitamin C juga dikenal sebagai antioksidan kuat, sebagaimana dijelaskan oleh Health.com.
Sebagai antioksidan, vitamin C membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit dengan cara menetralisir radikal bebas, yaitu molekul reaktif yang dapat memicu kerusakan sel. Tak hanya itu, vitamin C juga memiliki efek anti-inflamasi. Dalam 100 gram daging buah rambutan, terkandung sekitar 21,5 hingga 69,1 miligram vitamin C, setara dengan 24–77 persen dari angka kecukupan gizi harian.
2. Membantu melawan infeksi
Kandungan vitamin C yang tinggi membuat rambutan berpotensi membantu tubuh melawan infeksi. Asupan vitamin C yang kurang dapat melemahkan sistem imun sehingga tubuh menjadi lebih rentan terserang penyakit.
Selain itu, rambutan juga diduga memiliki sifat antimikroba yang dapat membantu melawan bakteri, sebagaimana diungkapkan Healthline. Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memastikan peran rambutan secara spesifik dalam mencegah dan melawan infeksi.
3. Baik untuk sistem pencernaan
Dalam setiap 100 gram daging buah rambutan, terkandung sekitar 0,61 hingga 6,5 gram serat, atau sekitar 3–23 persen dari kebutuhan serat harian. Rambutan mengandung dua jenis serat, yakni serat larut dan serat tidak larut, yang sama-sama berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan.
Serat larut difermentasi oleh bakteri baik di usus besar dan menghasilkan asam lemak rantai pendek (SCFA). Senyawa ini berfungsi sebagai sumber energi bagi sel-sel usus serta membantu mengendalikan peradangan pada saluran pencernaan. Serat larut juga membantu melancarkan pergerakan usus.
Sementara itu, serat tidak larut berperan menambah volume feses sehingga buang air besar menjadi lebih teratur. Jenis serat ini juga membantu memperlambat proses pencernaan, membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, serta mendukung pengaturan kadar gula darah dan berat badan.
4. Mendukung program diet
Seperti buah-buahan pada umumnya, rambutan dapat membantu menjaga berat badan dan mendukung proses penurunan berat badan jika dikonsumsi secara tepat. Rambutan tergolong rendah kalori, yakni sekitar 125 kalori per cangkir, namun tetap kaya serat.
Kandungan seratnya membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga dapat mengurangi keinginan makan berlebihan. Selain itu, rambutan juga mengandung kadar air yang cukup tinggi, yang berperan menjaga hidrasi tubuh dan membantu mengontrol nafsu makan.
5. Menjaga kesehatan jantung
Rambutan juga bermanfaat bagi kesehatan jantung berkat kandungan vitamin C yang melimpah. Asupan vitamin C yang cukup diketahui dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung.
Health.com menyebutkan bahwa vitamin C turut berperan dalam mencegah aterosklerosis, yakni kondisi penumpukan plak di dinding arteri yang dapat mengganggu aliran darah. Dengan demikian, konsumsi rambutan secara seimbang dapat memberikan perlindungan tambahan bagi kesehatan jantung.

