Mulai Januari! 12 Tren Berkebun 2026 Ini Wajib Dicoba di Rumah

Menu Atas

Mulai Januari! 12 Tren Berkebun 2026 Ini Wajib Dicoba di Rumah

Portal Andalas
Sabtu, 24 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Memasuki Januari, tren berkebun tahun 2026 diperkirakan akan membawa transformasi signifikan pada area luar hunian. Mulai dari pemilihan tanaman yang mampu beradaptasi dengan perubahan iklim hingga konsep kebun multifungsi yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan foraging atau memanen tanaman liar yang aman dikonsumsi. Tahun ini, perhatian utama tertuju pada pola tanam yang berpandangan ke depan serta cara mengelola kebun di berbagai skala, baik lahan luas maupun ruang terbatas. Aspek keberlanjutan menjadi kunci, dengan dorongan pada kebun ramah lingkungan yang juga mendukung keberlangsungan satwa liar. Bahkan, muncul ide-ide unik seperti penggunaan penampung air hujan berlubang sebagai solusi alami irigasi. Mengutip laman Ideal Home, Royal Horticultural Society (RHS) bersama para pakar hortikultura memprediksi ada 12 tren berkebun yang akan mendominasi sepanjang 2026. Menariknya, seluruh tren ini fleksibel dan dapat diterapkan di taman berukuran kecil hingga besar, sehingga bisa menjadi referensi menarik untuk mempercantik halaman rumah tahun ini, sebagaimana dirangkum Liputan6.com, Kamis (22/1/2026). Tren Berkebun 2026 yang Bisa Jadi Inspirasi Halaman Rumah 1. Penanaman Tahan Perubahan Iklim (Climate-Resilient Planting) Tren ini menitikberatkan pada penggunaan tanaman yang kuat menghadapi cuaca ekstrem, terutama panas berlebih dan kekeringan. Jenis tanaman seperti euphorbia, lavender, dan sedum dianggap ideal karena mampu bertahan dengan kebutuhan air yang relatif rendah, sehingga cocok di tengah iklim yang semakin sulit diprediksi. 2. Berkebun Ramah Satwa (Wildlife-Friendly Gardening) Kebun tidak lagi sekadar estetika, tetapi juga difungsikan sebagai ruang hidup bagi satwa lokal seperti lebah, burung, dan serangga. Upayanya dilakukan dengan menanam tanaman penghasil nektar, menyediakan sumber air dan pakan, serta membiarkan sebagian area taman tumbuh alami sebagai habitat. 3. Keberlanjutan (Sustainability) Prinsip berkebun berkelanjutan semakin diminati, mencakup pemanfaatan bahan daur ulang, sistem penampungan air hujan, penggunaan kompos, hingga lampu taman bertenaga surya. Langkah ini bertujuan menekan dampak lingkungan sekaligus meningkatkan keanekaragaman hayati. 4. Soft Landscaping Tahun 2026 diperkirakan menjadi masa pergeseran dari dominasi elemen keras seperti paving. Area hijau dengan tanah terbuka, tanaman, dan rumput dinilai lebih ramah lingkungan karena membantu penyerapan air, menurunkan suhu, serta lebih ekonomis dibanding hard landscaping. 5. Pencahayaan Pintar (Smart Lighting) Lampu taman berbasis teknologi pintar yang bisa diatur melalui aplikasi atau sensor gerak kian digemari. Selain efisien energi dan praktis, pencahayaan ini juga menambah keamanan serta mempercantik tampilan taman malam hari dengan warna yang dapat disesuaikan. 6. Sayuran Meja (Tabletop Veg) Berkebun di ruang terbatas menjadi solusi populer. Aneka sayuran mini seperti cabai, terong kecil, mentimun gantung, anggur pot, hingga tanaman herbal dapat ditanam di pot, cocok untuk balkon, teras, atau ambang jendela. 7. Warna Berani (Bold Colours) Palet warna netral mulai ditinggalkan dan digantikan oleh warna dedaunan serta bunga yang lebih mencolok, seperti burgundy, ungu tua, dan hijau gelap. Tren ini juga merambah pot dan furnitur taman untuk menciptakan kesan dramatis sekaligus modern. 8. Pot Berukuran Besar (Oversized Pots) Wadah tanaman berukuran besar kini menjadi elemen utama dalam desain taman. Selain tampil mencolok, pot besar ideal digunakan untuk tanaman unggulan atau pohon kecil yang dijadikan titik fokus area hijau. 9. Penampung Air Berlubang (Punctured Water Butts) Meski terdengar tidak lazim, penampung air hujan dengan lubang-lubang kecil justru efektif mengalirkan air secara perlahan ke dalam tanah. Metode ini membantu menghemat air, mencegah limpahan berlebih, dan dinilai lebih ramah lingkungan dibanding sistem irigasi berbasis AI. 10. Blackcurrant Buah blackcurrant diprediksi naik daun dan menjadi favorit baru. Varietas terkini memiliki rasa lebih manis, perawatan yang mudah, hasil panen melimpah, serta menjadi alternatif menarik selain stroberi dan blueberry. 11. Tanaman Indoor ke Outdoor Sejumlah tanaman hias dalam ruangan, seperti spider plant dan tradescantia, mulai dipindahkan ke area luar saat musim panas. Suhu yang lebih hangat justru membuat tanaman indoor tersebut tumbuh lebih optimal di taman atau pot gantung luar. 12. Taman Foraging (Foraging Gardens) Berbeda dari kebun sayur konvensional, taman foraging dirancang berisi tanaman yang dapat dipanen secara bertahap sepanjang tahun, termasuk tanaman herbal dan obat. Konsep ini mendukung kemandirian pangan, ramah satwa, serta sejalan dengan prinsip keberlanjutan.

Baca Juga