Pendakian Gunung Kerinci Meningkat Tajam di Akhir Tahun dan Libur Nataru

Menu Atas

Pendakian Gunung Kerinci Meningkat Tajam di Akhir Tahun dan Libur Nataru

Portal Andalas
Kamis, 25 Desember 2025
Bagikan:


Portalandalas.com - 
KERINCI – Memasuki penghujung tahun 2025 bertepatan dengan momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), aktivitas pendakian Gunung Kerinci mengalami peningkatan signifikan. Gunung tertinggi di Sumatra yang berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) itu kembali menjadi magnet bagi para pendaki dari berbagai daerah di Indonesia.

Berdasarkan pantauan di lapangan, lonjakan jumlah pendaki mulai terlihat sejak pertengahan Desember dan terus meningkat hingga akhir tahun. Pos registrasi pendakian di Kersik Tuo tampak lebih ramai dibandingkan hari-hari biasa, dengan antrean pendaki yang datang secara berkelompok maupun individu.

Peningkatan ini didorong oleh sejumlah faktor, mulai dari libur panjang Nataru, tren wisata alam yang terus tumbuh, hingga keinginan masyarakat menutup akhir tahun dengan aktivitas menantang sekaligus menyatu dengan alam. Gunung Kerinci yang memiliki ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut dinilai menawarkan pengalaman pendakian prestisius sekaligus panorama alam yang ikonik.

Petugas TNKS membenarkan adanya peningkatan jumlah pendaki selama periode libur akhir tahun. Meski demikian, pengelola menegaskan bahwa kuota pendakian tetap dibatasi dan seluruh pendaki wajib mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, termasuk pendaftaran resmi, pemeriksaan perlengkapan, serta pemantauan kondisi kesehatan.

“Libur Nataru memang selalu diikuti peningkatan pendaki. Namun kami tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan. Pendaki diminta patuh terhadap aturan, tidak memaksakan diri, dan menjaga kebersihan gunung,” ujar salah satu petugas di jalur pendakian Gunung Kerinci.

Di sisi lain, meningkatnya aktivitas pendakian juga membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Usaha homestay, jasa ojek gunung, porter, hingga pelaku UMKM di kawasan Kersik Tuo dan sekitarnya ikut merasakan perputaran ekonomi yang lebih tinggi dibanding hari normal.

Meski antusiasme pendaki cukup tinggi, pihak berwenang mengingatkan agar pendakian dilakukan dengan penuh kewaspadaan. Cuaca ekstrem, hujan, dan kabut tebal yang kerap muncul di musim penghujan menjadi tantangan tersendiri di jalur pendakian. Pendaki diminta rutin memantau informasi cuaca serta perkembangan aktivitas Gunung Kerinci sebelum memulai pendakian.

Dengan meningkatnya jumlah pendakian di akhir tahun ini, Gunung Kerinci kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi pendakian favorit di Sumatra. Namun, keselamatan pendaki dan kelestarian alam tetap menjadi prioritas utama agar keindahan “Atap Sumatra” ini dapat terus dinikmati hingga tahun-tahun mendatang.

Baca Juga