Sering Diabaikan! Gejala Jantung Bawaan Ini Bisa Muncul Sejak Bayi

Menu Atas

Sering Diabaikan! Gejala Jantung Bawaan Ini Bisa Muncul Sejak Bayi

Portal Andalas
Senin, 13 April 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Bethsaida Hospital, Putri Reno Indrisia, menjelaskan bahwa penyakit jantung bawaan dapat memengaruhi proses tumbuh kembang anak karena tubuh membutuhkan energi lebih besar untuk berfungsi. Ia menyebutkan, anak dengan kondisi ini memerlukan asupan kalori lebih tinggi guna mendukung kerja jantung dan pernapasan. Akibatnya, berat badan anak sering sulit meningkat dan pertumbuhan menjadi lebih lambat dibandingkan anak seusianya. Apa Itu Penyakit Jantung Bawaan? Penyakit Jantung Bawaan (PJB) merupakan kelainan pada struktur atau fungsi jantung yang sudah terjadi sejak bayi masih dalam kandungan. Kondisi ini dapat mengganggu kemampuan jantung dalam memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh. PJB biasanya muncul akibat proses pembentukan jantung janin yang tidak sempurna pada masa kehamilan. Secara umum, PJB terbagi menjadi dua kelompok utama. Pertama adalah PJB non-sianotik (tidak biru), yang merupakan jenis paling sering ditemukan. Pada kondisi ini, kadar oksigen dalam darah masih cukup sehingga anak tidak tampak kebiruan. Contohnya adalah defek septum atrium (ASD) dan defek septum ventrikel (VSD), yaitu adanya lubang pada sekat jantung. Kelompok kedua adalah PJB sianotik (tipe biru), yang tergolong lebih serius. Pada kondisi ini terjadi pencampuran darah kaya oksigen dan miskin oksigen, sehingga suplai oksigen ke tubuh berkurang. Gejala khasnya adalah warna kebiruan pada bibir, lidah, atau ujung jari, terutama saat anak menangis atau kelelahan. Contoh kondisi ini antara lain Tetralogy of Fallot (ToF) dan transposisi pembuluh darah besar. Gejala yang Perlu Diwaspadai Gejala PJB dapat muncul sejak bayi lahir, namun dalam beberapa kasus baru terdeteksi saat anak bertambah usia. Pada bayi, tanda-tanda yang perlu diperhatikan antara lain menyusu terputus-putus, berkeringat saat menyusu, berat badan sulit naik, serta sering mengalami infeksi saluran pernapasan seperti batuk, pilek, atau pneumonia. Selain itu, warna kebiruan pada bibir, lidah, atau ujung jari juga menjadi tanda penting. Pada anak yang lebih besar, gejala yang muncul bisa berupa mudah lelah saat bermain, pertumbuhan yang lebih lambat dibanding teman sebaya, nyeri dada, jantung berdebar, serta perubahan bentuk ujung jari menjadi membulat (clubbing finger). Warna kebiruan juga bisa muncul saat anak kelelahan. Pentingnya Deteksi Dini Orang tua disarankan segera memeriksakan anak ke dokter jika menemukan gejala mencurigakan. Menurut Putri, deteksi dini menjadi faktor utama dalam keberhasilan penanganan PJB. Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya melakukan beberapa pemeriksaan seperti auskultasi untuk mendengar bunyi jantung, pulse oximetry untuk mengukur kadar oksigen, elektrokardiogram (EKG), rontgen dada, echocardiography (USG jantung), hingga CT scan, MRI, dan kateterisasi jantung bila diperlukan. “Deteksi dini sangat penting dalam penanganan penyakit jantung bawaan. Jika ada gejala yang mencurigakan, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis,” jelas Putri. Setelah diagnosis ditegakkan, penanganan akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Terapi dapat berupa pemberian obat, tindakan non-bedah seperti pemasangan balon atau stent, hingga operasi untuk memperbaiki kelainan pada struktur jantung.

Baca Juga