Anti Mager! Begini Cara Tetap Lari Meski Kerjaan Numpuk

Menu Atas

Anti Mager! Begini Cara Tetap Lari Meski Kerjaan Numpuk

Portal Andalas
Senin, 13 April 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Kesibukan harian kerap membuat waktu untuk berolahraga, termasuk lari, jadi terabaikan. Mulai dari tuntutan pekerjaan, urusan rumah, hingga aktivitas sosial sering menyita waktu sehingga niat untuk berlari pun kerap tertunda. Padahal, lari merupakan salah satu olahraga paling praktis dan mudah dilakukan. Tanpa perlu peralatan khusus, cukup menggunakan sepatu yang nyaman, kamu sudah bisa berlari dan mendapatkan berbagai manfaat bagi kesehatan. Mengutip laman WebMD, kebiasaan lari secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kualitas tidur, hingga memperkuat otot tubuh. Tak hanya berdampak pada fisik, aktivitas ini juga berperan dalam memperbaiki kondisi emosional seseorang. Agar manfaat tersebut bisa dirasakan, kamu perlu pandai mengatur waktu supaya rutinitas lari tidak terus terganggu oleh kesibukan. Berikut beberapa cara agar tetap konsisten berlari meski jadwal padat. Cara Tetap Konsisten Lari di Tengah Kesibukan Di sela aktivitas yang padat, Andi (28) biasanya menyempatkan diri untuk berlari di pagi hari sebelum berangkat kerja. Meski hanya berlangsung sekitar 20–30 menit, menurutnya hal itu sudah cukup. Bagi Andi, kunci utamanya bukan pada lamanya waktu, melainkan konsistensi. Ia mengaku semakin termotivasi karena telah merasakan langsung manfaat dari kebiasaan tersebut. Selain tubuh terasa lebih bugar, lari juga membantu meningkatkan fokus dan produktivitas saat bekerja. “Menurut saya, lari justru bikin kerjaan lebih fokus. Kalau tidak lari, badan terasa pegal dan suasana hati menurun,” ujarnya. Untuk menjaga rutinitas tetap berjalan, Andi memiliki strategi sederhana, yaitu menyiapkan perlengkapan lari sejak malam hari. Dengan begitu, ia tidak lagi memiliki alasan untuk melewatkan aktivitas tersebut di pagi hari. Sementara itu, Rina (31) memiliki pendekatan yang lebih fleksibel dalam menentukan waktu berlari. Baginya, jika tidak sempat di pagi hari, ia bisa melakukannya di sore atau malam hari. Prinsip utamanya adalah tetap bergerak setiap hari. Agar tetap konsisten, Rina selalu mengingat tujuan awalnya berlari, yakni untuk menjaga kesehatan. Ia juga tidak memasang target yang terlalu tinggi. Menurutnya, tidak masalah berlari dengan durasi singkat atau kecepatan rendah, asalkan tetap dilakukan secara rutin. Cara lain agar semakin semangat berlari adalah dengan mendengarkan musik favorit. Hal ini dilakukan oleh Dimas (26), yang merasa musik mampu mengalihkan rasa lelah saat berlari. “Kalau sudah dengar lagu favorit, capeknya jadi tidak terlalu terasa,” katanya. Dimas biasanya memanfaatkan waktu sepulang kerja untuk berlari. Baginya, aktivitas ini menjadi cara efektif untuk melepas stres setelah menjalani hari yang melelahkan. Pendapat tersebut sejalan dengan penjelasan Profesor Ilmu Saraf David J. Linden dari Johns Hopkins Medicine. Ia menyebutkan bahwa setelah berlari, tubuh akan melepaskan endocannabinoids, yaitu senyawa alami yang memberikan efek mirip seperti cannabis. Zat ini mengalir melalui darah ke otak dan berperan dalam menurunkan tingkat stres, menciptakan rasa tenang, serta meningkatkan respons fisik dan mental saat menghadapi tekanan. Dengan pengaturan waktu yang tepat dan motivasi yang kuat, aktivitas lari tetap bisa dilakukan secara konsisten meski di tengah kesibukan.

Baca Juga