Portalandalas.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berencana menjalin kolaborasi dalam pembangunan jalan tol yang dapat difungsikan ganda sebagai landasan pacu (runway) pesawat tempur TNI Angkatan Udara.
Gagasan ini menguat setelah keberhasilan uji coba pendaratan pesawat tempur TNI AU jenis F-16 dan EMB-314 Super Tucano di ruas jalan tol Trans Sumatra, Lampung, pada Rabu (11/2).
Wakil Menteri Pertahanan RI, Donny Ermawan Taufanto, menyebutkan bahwa proyek serupa tidak hanya akan diterapkan di satu lokasi. Pemerintah telah menyusun peta jalan (roadmap) pembangunan jalan tol dan bahkan jalan nasional di berbagai wilayah Indonesia yang dirancang dengan spesifikasi khusus agar dapat digunakan sebagai runway darurat.
“Tidak hanya di sini. Di sejumlah daerah lain juga akan dibangun jalan tol yang bisa difungsikan sebagai landasan pacu. Kami sudah memiliki roadmap, sehingga ke depan jalan tol atau jalan nasional tertentu akan memenuhi persyaratan teknis untuk digunakan sebagai runway,” ujar Donny usai menyaksikan uji coba pendaratan.
Menurutnya, konsep ini sejalan dengan strategi pertahanan berbasis pulau-pulau besar yang dianut Indonesia. Pemerintah ingin memiliki banyak titik pangkalan alternatif di setiap pulau besar, sehingga apabila satu pangkalan diserang, masih tersedia lokasi lain sebagai cadangan operasional.
“Inilah alasan mengapa beberapa ruas jalan dirancang agar bisa difungsikan sebagai runway, sebagai bagian dari strategi pertahanan,” jelasnya.
Di sisi lain, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, menegaskan kesiapan kementeriannya untuk bersinergi dengan Kemhan dalam pembangunan jalan tol dengan spesifikasi teknis setara landasan pacu pesawat militer.
“Hari ini kita sudah mampu mencapai standar spesifikasi jalan tol yang bisa dijadikan contoh sebagai runway. Ke depan, model ini akan menjadi acuan untuk pembangunan landasan-landasan lainnya,” kata Diana.
Sementara itu, Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono menjelaskan bahwa pesawat tempur F-16 dengan bentang sayap sekitar 9,8 meter membutuhkan lebar runway minimal 24 meter agar dapat beroperasi dengan aman.
“Dengan wingspan 9,8 meter, runway selebar 24 meter sudah sangat memadai untuk F-16. Namun, untuk pesawat dengan dimensi lebih besar tentu dibutuhkan spesifikasi yang lebih luas. Semua itu sudah diatur dalam SOP yang menjadi acuan operasional,” ujar Tonny.

