Darurat Danau Kerinci! AWaSI Jambi Desak Hentikan Pengambilan Air PLTA

Menu Atas

Darurat Danau Kerinci! AWaSI Jambi Desak Hentikan Pengambilan Air PLTA

Portal Andalas
Jumat, 13 Februari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Ketua Umum Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Provinsi Jambi, Erfan Indriyawan, S.P., menyampaikan sikap tegas terkait fenomena kekeringan yang terjadi di Danau Kerinci. Ia menegaskan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci merupakan faktor utama penyusutan air danau, sekaligus membantah anggapan bahwa pendangkalan menjadi penyebab utama kondisi tersebut. Menurut Erfan, jutaan meter kubik air Danau Kerinci telah keluar dari sistem danau akibat aktivitas operasional dan pergerakan turbin PLTA Kerinci. Ia meyakini bahwa pengambilan air dalam jumlah besar dan berlangsung terus-menerus untuk kebutuhan pembangkit listrik telah mempercepat penurunan debit air danau secara drastis. “Ini bukan sekadar persoalan sedimentasi atau pendangkalan. Realitas di lapangan menunjukkan jutaan kubik air Danau Kerinci terus tersedot untuk operasional PLTA. Jika hal ini terus dibiarkan, dampaknya akan semakin parah,” tegas Erfan dalam pernyataannya. Ia juga mengingatkan bahwa tanpa adanya langkah tegas dari pemerintah daerah, Danau Kerinci berpotensi kehilangan seluruh cadangan airnya di masa depan. Bahkan, menurutnya, danau tersebut bisa saja hanya tersisa sebagai bagian dari sejarah dan kenangan akibat dominasi kepentingan proyek. Meski demikian, Erfan menilai kondisi tersebut masih memungkinkan untuk diselamatkan, selama Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Pemerintah Kota Sungai Penuh bersedia menyampaikan sikap resmi serta mengambil langkah tegas terhadap aktivitas operasional PLTA Kerinci. Ia mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi komprehensif dan menghentikan pengambilan air danau secara berlebihan, agar Danau Kerinci tidak terus dikorbankan demi kepentingan pembangkit listrik. AWaSI Jambi juga merencanakan aksi unjuk rasa bersama masyarakat Kerinci yang berada di Kota Jambi ke Kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Jambi. “Pemerintah daerah harus hadir dan berani bersikap. Jangan sampai Danau Kerinci benar-benar habis demi kepentingan proyek. Ini menyangkut kelestarian lingkungan, keseimbangan ekosistem, dan masa depan masyarakat Kerinci,” tutupnya.

Baca Juga