“Meledak di Awal Tahun! Investasi Jambi Tumbuh Pesat”

Menu Atas

“Meledak di Awal Tahun! Investasi Jambi Tumbuh Pesat”

Portal Andalas
Sabtu, 02 Mei 2026
Bagikan:

Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mencatat realisasi investasi pada kuartal pertama tahun 2026 mencapai sekitar Rp399 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp311 miliar.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jambi, Abu Bakar, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi sinyal positif meningkatnya kepercayaan investor terhadap kondisi iklim usaha di Kota Jambi.
Ia berharap tren ini menjadi awal yang baik untuk mencapai target investasi sepanjang tahun 2026. Menurutnya, kenaikan sekitar Rp80 miliar tersebut dapat menjadi indikator awal penguatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Beberapa sektor unggulan tercatat berkontribusi besar terhadap peningkatan investasi, di antaranya sektor perdagangan dan jasa, perumahan, konsumsi, serta transportasi.
Lebih lanjut, peningkatan investasi tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Hal ini dinilai penting dalam mendorong kesejahteraan serta pemerataan pembangunan di Kota Jambi.
Untuk tahun 2026, target investasi Kota Jambi ditetapkan sekitar Rp1,5 triliun. Angka ini meningkat sekitar 14,6 persen dibandingkan realisasi investasi tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp1,3 triliun.
Pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai, seiring dengan semakin kondusifnya iklim investasi serta meningkatnya minat pelaku usaha untuk menanamkan modal di Kota Jambi.
Dalam mendukung hal tersebut, pemerintah kota telah menyiapkan berbagai langkah strategis yang sejalan dengan 11 program unggulan daerah guna mewujudkan visi “Kota Jambi Bahagia”.
Langkah-langkah tersebut meliputi penyederhanaan proses perizinan dan peningkatan kepastian hukum, optimalisasi layanan berbasis risiko melalui sistem OSS-RBA, penguatan promosi dan fasilitasi investasi, peningkatan koordinasi antarinstansi, serta pengawasan dan evaluasi investasi secara berkelanjutan.

Baca Juga