Datuk Aswardi: Setelah Pilkada Tidak Ada Lagi Tim Wali Kota, Semua Harus Bersatu

Menu Atas

Datuk Aswardi: Setelah Pilkada Tidak Ada Lagi Tim Wali Kota, Semua Harus Bersatu

Portal Andalas
Rabu, 11 Maret 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - **Sungai Penuh** – Sejumlah tokoh masyarakat mengingatkan agar isu mengenai keberadaan “tim wali kota” tidak lagi diperdebatkan di tengah masyarakat. Terlebih lagi, masa kepemimpinan Wali Kota Sungai Penuh telah berjalan lebih dari satu tahun. Dalam kondisi tersebut, yang paling dibutuhkan saat ini adalah kebersamaan seluruh elemen masyarakat untuk bersatu membangun daerah. Belakangan ini, perbincangan terkait “tim wali kota” kembali mencuat, terutama di media sosial. Ada pihak-pihak yang mengaku sebagai bagian dari tim wali kota dan menyatakan bahwa orang-orang yang tidak berada dalam tim tersebut namun kini memegang jabatan dianggap tidak memahami perjuangan mereka saat masa pemilihan kepala daerah. Narasi seperti itu dinilai kurang tepat dan berpotensi menimbulkan kesan adanya pengelompokan atau sekat di tengah masyarakat. Tokoh masyarakat Sungai Penuh, Datuk Aswardi, menilai bahwa pernyataan semacam itu tidak pantas disampaikan di ruang publik. Menurutnya, jika terus dipertahankan, narasi tersebut justru dapat merusak suasana kebersamaan dan bahkan berpotensi menurunkan wibawa pemimpin daerah. “Kalau masih ada yang terus membawa-bawa istilah tim, apalagi sampai mengatakan orang lain tidak memahami perjuangan mereka, itu jelas tidak etis. Hal seperti ini bisa menimbulkan kesan memecah belah masyarakat dan secara tidak langsung menjatuhkan wibawa wali kota,” kata Datuk Aswardi. Ia menambahkan bahwa setelah proses demokrasi selesai dan kepala daerah telah terpilih serta menjalankan pemerintahan, seharusnya tidak ada lagi istilah tim atau kelompok tertentu yang merasa paling berjasa. Semua pihak, menurutnya, perlu melebur menjadi satu kekuatan demi mendorong kemajuan Kota Sungai Penuh. Menurut Datuk Aswardi, wali kota yang telah terpilih merupakan pemimpin bagi seluruh masyarakat, bukan hanya bagi orang-orang yang pernah menjadi pendukungnya saat masa kontestasi politik berlangsung. “Sekarang sudah tidak relevan lagi membicarakan soal tim wali kota. Yang ada adalah masyarakat Sungai Penuh yang bersama-sama membangun daerah ini. Pemimpin yang telah dipilih merupakan milik seluruh rakyat,” ujarnya menegaskan. Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri seharusnya menjadi momentum untuk mempererat hubungan silaturahmi antar masyarakat. Momentum tersebut sebaiknya dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan, bukan malah memunculkan narasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Datuk Aswardi berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga suasana yang kondusif serta bersama-sama memberikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan yang tengah dijalankan oleh pemerintah daerah. Menurutnya, dukungan dari masyarakat sangat penting agar berbagai kebijakan dan program pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. “Jika kita benar-benar ingin menghormati dan menjaga nama baik wali kota, maka cara yang paling tepat adalah dengan mendukung kepemimpinannya, bukan dengan membuat sekat-sekat atau pengkotak-kotakan di tengah masyarakat,” tegasnya. Dengan semangat kebersamaan dan persatuan, masyarakat Kota Sungai Penuh diharapkan dapat terus menjaga keharmonisan sosial serta bergandengan tangan dalam mendorong pembangunan daerah. Harapannya, berbagai upaya pembangunan yang dilakukan dapat berjalan lebih optimal demi meningkatkan kesejahteraan seluruh warga Kota Sungai Penuh.

Baca Juga