Puasa Ramadan 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Perkiraannya!

Menu Atas

Puasa Ramadan 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Perkiraannya!

Portal Andalas
Sabtu, 14 Februari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Menjelang berakhirnya bulan Rajab, banyak masyarakat mulai mencari informasi tentang kapan dimulainya puasa Ramadan 2026. Mengacu pada kalender Hijriah, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Februari atau Kamis, 19 Februari 2026. Meski begitu, penetapan resmi tetap menunggu hasil Sidang Isbat pemerintah. Sambil menunggu keputusan tersebut, tak ada salahnya mulai mempersiapkan diri dari sekarang. Persiapan penting dilakukan agar tubuh tidak mudah lemas akibat kekurangan energi saat berpuasa. Perencanaan bisa dimulai dengan menjaga asupan cairan, tidak melewatkan sahur, serta memilih makanan bergizi. Berikut penjelasan lengkapnya, dirangkum dari Tribunnews.com. 1. Penuhi kebutuhan cairan Perbanyak minum air putih saat sahur, berbuka, dan setelah makan malam. Cara ini membantu mencegah dehidrasi yang kerap terjadi selama puasa. Kekurangan cairan dapat membuat tubuh terasa lemah dan tidak bertenaga. Dengan mencukupi kebutuhan cairan, stamina dapat tetap terjaga sepanjang hari. 2. Jangan tinggalkan sahur Tidak sahur membuat tubuh kekurangan energi dalam waktu lama, sehingga memicu rasa lemas dan sulit berkonsentrasi. Karena itu, usahakan untuk selalu sahur setiap hari. Jika memungkinkan, makanlah mendekati waktu imsak agar cadangan energi lebih tahan lama selama berpuasa. 3. Pilih menu sahur yang tepat Pola makan sehat berperan besar dalam menjaga energi tetap stabil. Hindari makanan tinggi karbohidrat sederhana dan lemak berlebih seperti gorengan atau mi instan karena bisa membuat tubuh cepat lelah. Sebagai gantinya, konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum, dan kacang-kacangan yang memberi rasa kenyang lebih lama. Tambahkan sayuran seperti bayam dan kangkung agar tubuh tetap segar. 4. Atur porsi makan Selain jenis makanan, jumlah porsi juga perlu diperhatikan. Makan berlebihan saat sahur atau berbuka justru membuat tubuh bekerja lebih keras untuk mencerna, sehingga energi cepat terkuras. Cobalah membagi makanan dalam dua atau tiga porsi kecil dan mengonsumsinya secara bertahap, terutama saat berbuka. 5. Tetap berolahraga Puasa tidak berarti berhenti beraktivitas fisik. Lakukan olahraga ringan sekitar 1–2 jam sebelum berbuka atau pada malam hari. Olahraga membantu menjaga metabolisme dan sirkulasi energi, sehingga tubuh tidak mudah lesu. Namun, hindari aktivitas fisik berlebihan karena dapat menguras tenaga. Dengan persiapan yang baik dan pola hidup sehat, puasa dapat dijalani dengan tubuh yang tetap bugar dan berenergi.

Baca Juga