Masih Gengsi Padahal Gaji Kecil? Ini Dampaknya yang Jarang Disadari

Menu Atas

Masih Gengsi Padahal Gaji Kecil? Ini Dampaknya yang Jarang Disadari

Portal Andalas
Minggu, 15 Februari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Sebagian besar orang pasti pernah berada di fase penghasilan yang pas-pasan. Terutama ketika baru lulus sekolah atau kuliah dan belum memiliki pengalaman kerja yang memadai. Bahkan, ada juga yang sudah bertahun-tahun bekerja tetapi pendapatannya tetap terasa minim. Padahal, sikap kita saat berada di kondisi tersebut sangat berpengaruh terhadap situasi keuangan saat ini maupun masa depan. Sedikit saja salah mengambil langkah, keadaan bisa semakin sulit. Ada beberapa sikap yang sebaiknya dihindari ketika penghasilan masih kecil, agar kondisi ekonomi tidak makin terpuruk. 1. Merasa Percuma Menabung Lalu Menghabiskan Uang untuk Hiburan Tak jarang muncul pikiran, daripada stres karena hanya bisa menabung sedikit, lebih baik uangnya dihabiskan untuk bersenang-senang. Harapannya, setelah hiburan itu kita kembali bersemangat bekerja. Namun, kita perlu waspada karena risiko hidup bisa datang kapan saja, bahkan sebelum penghasilan meningkat. Jika tidak memiliki tabungan sama sekali, akan sulit memenuhi kebutuhan mendadak. Sesulit apa pun menabung, biasanya tetap ada sejumlah uang yang bisa disisihkan. Nominal kecil tetap berarti. Menabung sedikit jauh lebih baik daripada tidak sama sekali. 2. Terlalu Banyak Bersedekah Tanpa Mengukur Kemampuan Diri Berbagi dengan orang lain tentu perbuatan terpuji. Tetapi, tetap perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan pribadi. Jika kebutuhan diri sendiri belum terpenuhi, lalu sebagian besar pendapatan justru dialihkan untuk kegiatan sosial, hal itu bisa menjadi kurang bijak. Sedekah tetap penting, tetapi jumlahnya perlu proporsional. Pastikan kebutuhan utama terpenuhi terlebih dahulu, lalu berbagi sesuai kemampuan. Yang paling utama dalam bersedekah adalah keikhlasan, bukan besarnya nominal. Memberi dengan harapan imbalan rezeki yang lebih lancar juga kurang tepat jika niatnya sudah dipenuhi pamrih. 3. Terlalu Sering Mengeluh dan Ingin Dikasi­hani Penghasilan kecil bukan alasan untuk terus-menerus bersikap negatif. Mengeluhkan keadaan dan berharap belas kasihan orang lain hanya akan membuat suasana semakin tidak nyaman, baik bagi diri sendiri maupun orang sekitar. Orang lain bisa merasa risih mendengar keluhan yang berulang-ulang. Padahal, setiap pekerjaan dipilih dengan kesadaran akan konsekuensinya. Alih-alih mengeluh, lebih baik fokus pada usaha memperbaiki keadaan. Sikap positif akan membantu kita melihat peluang yang mungkin terlewatkan. 4. Lebih Memilih Berutang Ketimbang Mencari Cara Menambah Penghasilan Pendapatan memang tidak selalu naik secara instan. Biasanya perlu proses dan waktu. Namun, bukan berarti solusi yang diambil adalah terus-menerus berutang. Utang hanya bersifat sementara. Jika tidak diimbangi dengan peningkatan penghasilan atau penghematan pengeluaran, masalah justru bisa menumpuk. Langkah yang lebih bijak adalah mengurangi pengeluaran hingga hanya tersisa kebutuhan pokok, sembari mencari cara meningkatkan pemasukan. Dengan begitu, perlahan kondisi finansial dapat membaik. 5. Bekerja Setengah Hati dan Tidak Peduli Jika Kehilangan Pekerjaan Gaji yang kecil memang bisa menurunkan motivasi. Akan tetapi, salah satu jalan agar pendapatan meningkat adalah dengan menunjukkan kinerja yang baik sehingga peluang promosi terbuka. Jika justru bekerja asal-asalan, kesempatan naik posisi akan semakin kecil. Selain itu, mempertahankan pekerjaan juga penting, terutama jika belum memiliki pengganti. Kehilangan pekerjaan tanpa persiapan hanya akan memperburuk kondisi keuangan. 6. Masih Terjebak Gengsi Ketika penghasilan terbatas, gengsi seharusnya tidak menjadi prioritas. Memaksakan gaya hidup demi terlihat mampu hanya akan menambah beban finansial. Keinginan perlu disesuaikan dengan kemampuan. Tidak ada salahnya hidup sederhana selama kondisi memang belum memungkinkan untuk lebih. Penghasilan kecil tetap bisa dinikmati jika kita menyadari bahwa kestabilan finansial adalah proses bertahap. Yang terpenting adalah bertahan dan terus berusaha berkembang. Pada dasarnya, hampir semua orang pernah merasakan fase pendapatan rendah. Banyak di antaranya akhirnya berhasil meningkatkan taraf hidup berkat kerja keras dan kemauan untuk terus belajar. Karena itu, jangan terlalu larut dalam kesedihan akibat pemasukan yang belum besar. Lebih baik fokus pada langkah-langkah konkret yang dapat memperbaiki kondisi keuangan di masa depan.

Baca Juga