Portalandalas.com - Tidur merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi setiap orang, terutama bagi si Kecil yang sedang berada dalam masa tumbuh kembang. Secara biologis, tidur adalah fase anabolik, yaitu waktu ketika tubuh melakukan perbaikan jaringan serta penguatan memori dan fungsi otak.
Mengutip National Sleep Foundation, balita usia 1–3 tahun membutuhkan waktu tidur ideal sekitar 11–14 jam per hari untuk mendukung proses pertumbuhannya. Sementara itu, anak usia 6–13 tahun dianjurkan memiliki waktu tidur sekitar 9–11 jam setiap harinya.
Pola istirahat yang tidak teratur dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan fisik, kestabilan emosi, serta perkembangan kognitif anak. Tentu saja, hal ini menjadi kondisi yang tidak diharapkan oleh setiap orang tua.
Karena itu, Portal Andalas merangkum sejumlah tanda waktu tidur anak yang tidak teratur dan penting untuk Mama perhatikan. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
1. Sulit bangun pagi
Seperti orang dewasa, anak juga merasakan efek negatif dari kurang tidur. Tubuh yang terasa berat saat bangun tidur menjadi sinyal bahwa kualitas istirahat malamnya tidak optimal.
Pakar neurologi Harvard Medical School, Dr. Judith Owens, menjelaskan bahwa kondisi pagi hari yang buruk mencerminkan kegagalan sistem saraf dalam mencapai fase tidur yang sehat dan berkualitas.
2. Emosi mudah berubah
Tidur bukan hanya soal istirahat fisik, tetapi juga proses penting bagi pemulihan fungsi otak, terutama dalam mengatur emosi.
Ketika anak kurang tidur, pusat pengendali emosi tidak bekerja maksimal. Akibatnya, anak lebih mudah marah, sensitif, reaktif, bahkan mengalami tantrum yang sulit dikendalikan. Ini bukan sekadar perilaku nakal, melainkan sinyal biologis bahwa sistem sarafnya sedang berada dalam tekanan akibat kurang istirahat.
3. Terlihat lebih aktif di malam hari
Sebagian anak justru tampak lebih segar dan aktif menjelang waktu tidur. Fenomena ini bukan tanpa sebab.
Dr. Marc Weissbluth menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan respons tubuh terhadap kelelahan ekstrem. Saat anak melewati jam tidurnya, tubuh memproduksi hormon adrenalin dan kortisol secara berlebihan untuk melawan rasa kantuk, sehingga anak justru terlihat lebih berenergi di malam hari.
4. Sering menguap berlebihan
Menguap memang hal wajar, tetapi jika terjadi berulang kali dalam waktu singkat, ini bisa menjadi tanda kuat bahwa jam tidur anak tidak teratur.
Menguap terus-menerus menandakan tubuh anak kesulitan mencapai tidur nyenyak dan membutuhkan waktu istirahat yang lebih berkualitas untuk memulihkan energi.
5. Nafsu makan menurun
Kurang tidur tidak hanya memengaruhi emosi dan kesehatan, tetapi juga berdampak pada pola makan anak.
Gangguan tidur memengaruhi keseimbangan hormon ghrelin (pemicu lapar) dan leptin (pengatur rasa kenyang), sehingga nafsu makan anak bisa menurun atau menjadi tidak stabil. Karena itu, konsistensi jadwal tidur dan asupan gizi seimbang sangat penting untuk menunjang pertumbuhan anak.
6. Pola buang air besar terganggu
Anak yang kurang tidur sering mengalami gangguan pencernaan ringan. Hal ini ditandai dengan perubahan frekuensi buang air besar atau munculnya sembelit.
Saat tubuh kekurangan istirahat, sistem saraf berada dalam kondisi siaga sehingga otot pencernaan menjadi lebih tegang dan menghambat proses pembuangan sisa makanan secara normal.
7. Pertumbuhan melambat
Hormon pertumbuhan (growth hormone) dilepaskan secara maksimal saat anak berada dalam fase tidur nyenyak di malam hari, khususnya pada fase non-REM.
Jika anak kurang tidur, tubuh justru lebih banyak memproduksi hormon stres dibanding hormon pertumbuhan. Ketidakseimbangan ini secara perlahan dapat menghambat proses pembentukan tulang, otot, dan jaringan tubuh, sehingga pertumbuhan anak tidak optimal.
Itulah, Mama, berbagai tanda waktu tidur anak yang tidak teratur yang perlu diperhatikan. Mari bersama-sama menjaga kualitas dan kecukupan tidur si Kecil agar tumbuh kembangnya berjalan optimal, sehat, dan bahagia 🌙💛

