Portalandalas.com - Perhitungan astronomi menunjukkan bahwa ijtimak atau konjungsi Bulan dan Matahari untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 sekitar pukul 19.00 WIB. Dengan waktu tersebut, ijtimak berlangsung setelah matahari terbenam di wilayah DKI Jakarta.
Saat waktu maghrib sekitar pukul 17.55 WIB, posisi Bulan masih berada di bawah ufuk dengan ketinggian berkisar antara minus 3 hingga minus 5 derajat. Secara astronomis, kondisi ini menunjukkan bahwa hilal belum terbentuk sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan rukyat pada 17 Februari 2026.
Sementara itu, pada Rabu, 18 Februari 2026 ketika matahari terbenam di Jakarta, posisi Bulan diperkirakan sudah berada sekitar 4 hingga 6 derajat di atas ufuk dengan elongasi sekitar 7 hingga 9 derajat. Umur Bulan pada saat itu diperkirakan mencapai 22 hingga 24 jam.
Parameter tersebut dinilai telah memenuhi kriteria imkan rukyat yang disepakati negara-negara anggota MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Dengan terpenuhinya kriteria tersebut pada 18 Februari 2026, awal Ramadan 1447 Hijriah di Jakarta berpotensi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Meski begitu, kepastian penetapan tetap menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat.

