Portalandalas.com - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Jambi bersinergi dengan Jambi Business Center (JBC) menyelenggarakan sebuah talkshow bertema “Pemuda Berinvestasi, Jambi Bertransformasi” yang digelar di Paviliun JBC pada Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini menarik perhatian besar dari kalangan akademisi. Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Jambi hadir dan mengikuti jalannya acara dengan penuh semangat sejak pembukaan hingga sesi penutup.
Ketua DPC GMNI Jambi, Ludwig Syarif Sitohang, dalam sambutannya menegaskan bahwa generasi muda tidak boleh bersikap pasif dalam menghadapi laju pembangunan daerah. Menurutnya, pemuda harus tampil sebagai aktor utama yang berani mengambil posisi strategis, terutama dalam bidang investasi dan penguatan ekonomi lokal.
Ia menyampaikan bahwa investasi tidak semata-mata identik dengan kepemilikan modal besar. Lebih dari itu, investasi juga menyangkut ide kreatif, gagasan segar, keberanian mengambil peluang, serta komitmen kuat untuk menghadirkan perubahan nyata.
Ludwig turut mengapresiasi tingginya partisipasi mahasiswa yang hadir. Ia menilai antusiasme tersebut sebagai sinyal positif meningkatnya kepedulian generasi muda terhadap isu-isu ekonomi dan pembangunan daerah.
Menurutnya, kehadiran ratusan mahasiswa menjadi bukti bahwa mahasiswa di Jambi memiliki kesiapan untuk terlibat aktif dalam proses transformasi dan kemajuan daerah ke depan.
Dalam sesi diskusi, Inisiator Forum Pengawal Investasi Provinsi Jambi, Jefry Bintara Pardede, menekankan urgensi pengawasan terhadap arus investasi agar berjalan secara transparan, adil, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa investasi yang ideal adalah investasi yang mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect), seperti membuka lapangan kerja, meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah. Bagi Jefry, investasi tidak cukup hanya hadir secara administratif, tetapi harus benar-benar dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas.
Jefry juga mendorong adanya kolaborasi yang erat antara mahasiswa, pelaku usaha, dan pemerintah. Sinergi tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem investasi yang sehat, kondusif, dan berkelanjutan di Provinsi Jambi.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa setiap bentuk investasi yang terbukti membawa dampak positif bagi masyarakat, termasuk pengembangan kawasan seperti JBC, layak mendapatkan dukungan bersama.
Menurutnya, keterlibatan pemuda dalam mengawal jalannya investasi merupakan bagian integral dari proses investasi itu sendiri. Dengan kapasitas intelektual dan pengetahuan yang dimiliki, mahasiswa dapat berperan sebagai pengawas sekaligus mitra kritis guna memastikan investasi berjalan sesuai aturan dan kepentingan publik.
Sementara itu, perwakilan manajemen JBC, Dedy Rachmawan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum tersebut di Paviliun JBC. Ia menilai diskusi terbuka seperti ini sangat penting untuk memperkuat hubungan antara dunia usaha dan generasi muda.
Dedy menyebut JBC sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru di Kota Jambi yang terbuka menjadi ruang kolaborasi lintas sektor. Ia meyakini bahwa ketika pemuda diberikan akses, ruang dialog, serta kesempatan berdiskusi secara konstruktif, akan lahir berbagai ide inovatif yang mampu mendorong percepatan transformasi ekonomi daerah.
Ia juga memberikan penghargaan kepada GMNI atas inisiatifnya mengangkat isu strategis mengenai peran pemuda dalam investasi daerah, yang dinilai relevan dengan dinamika pembangunan saat ini.
Sepanjang acara, suasana talkshow berlangsung hidup dan interaktif. Sesi tanya jawab berjalan dinamis dengan partisipasi aktif mahasiswa yang mengangkat beragam isu, mulai dari potensi investasi lokal, tantangan regulasi, hingga pemanfaatan digitalisasi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

