Irigasi Kasigi Disekat Warga, Camat Indra Hermawan Gerak Cepat!

Menu Atas

Irigasi Kasigi Disekat Warga, Camat Indra Hermawan Gerak Cepat!

Portal Andalas
Sabtu, 14 Februari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Camat Depati Tujuh, Indra Hermawan, kembali menunjukkan respons cepat atas keluhan warga. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius adalah menurunnya debit air di Irigasi Kasigi. Saluran Irigasi Kasigi yang selama ini mengairi sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Depati Tujuh mengalami penyusutan debit air. Kondisi tersebut diduga dipicu oleh adanya sekat-sekat yang dibuat warga di sekitar Desa Tebat Ijuk dan Desa Baru Kubang. Selain itu, penyekatan juga ditemukan di jalur irigasi Koto Majidin sehingga distribusi air menjadi tidak merata. Pada Jumat (13/2/2026), Indra Hermawan turun langsung ke lokasi bersama masyarakat serta BPP Kecamatan Depati Tujuh untuk melakukan gotong royong membersihkan dan membuka sekat-sekat yang menghambat aliran air di Irigasi Kasigi. Ia menjelaskan, sumber air sebenarnya sudah mulai kembali lancar. Namun, masih ditemukan warga yang menutup aliran dengan jerami di beberapa titik. Karena itu, pihak kecamatan bersama masyarakat langsung bergerak membuka kembali aliran agar air bisa mengalir normal. Indra menekankan pentingnya kebersamaan dan saling pengertian antarwilayah yang sama-sama bergantung pada aliran Irigasi Kasigi. Menurutnya, pembagian air harus dilakukan secara adil dan merata agar tidak ada desa yang kelebihan pasokan sementara desa lain mengalami kekurangan, mengingat hal tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan para petani. Sebagai langkah sementara, pemerintah kecamatan mengusulkan sistem pengairan bergilir. Skema yang ditawarkan yakni 12 jam aliran air untuk Desa Koto Majidin dan 12 jam berikutnya untuk desa-desa lain di Kecamatan Depati Tujuh yang memanfaatkan Irigasi Kasigi. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan distribusi air di tengah keterbatasan debit. Pemerintah kecamatan juga mengimbau masyarakat agar tidak membuat sekat tambahan tanpa koordinasi karena berpotensi menimbulkan konflik serta merugikan petani lain. Langkah cepat camat tersebut dinilai sejalan dengan komitmen Bupati Kerinci, Monadi, yang dikenal dengan slogan “Pejuang Petani”, dalam memperkuat keberpihakan terhadap sektor pertanian melalui tindakan nyata di lapangan.

Baca Juga