Ilmuwan Temukan Mikroba Hidup Berusia 2 Miliar Tahun, Masih Bertahan di Dalam Batu!

Menu Atas

Ilmuwan Temukan Mikroba Hidup Berusia 2 Miliar Tahun, Masih Bertahan di Dalam Batu!

Portal Andalas
Sabtu, 14 Februari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi mikroba hidup tertua yang pernah ditemukan sejauh ini, tersembunyi di dalam retakan batuan berusia sekitar 2 miliar tahun. Riset tersebut dipimpin oleh Yohey Suzuki, profesor madya dari Sekolah Pascasarjana Sains Universitas Tokyo, dan hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Microbial Ecology pada 2024. Temuan ini disebut sebagai salah satu bukti mikroorganisme hidup paling tua yang pernah ditemukan di dalam batuan purba. Mikroba tersebut ditemukan pada sampel batu yang diambil dari Bushveld Igneous Complex, Afrika Selatan. Bushveld Igneous Complex dikenal sebagai formasi batuan bawah tanah yang kaya akan endapan bijih dan telah lama menjadi fokus penelitian geologi. Kawasan ini terbentuk dari magma purba berukuran sangat besar yang mendingin dan mengeras di bawah kerak Bumi. Selama miliaran tahun, struktur batuan tersebut relatif tidak terganggu, sehingga menciptakan lingkungan stabil yang memungkinkan kehidupan purba bertahan tanpa terdeteksi hingga sekarang. Bagaimana Mikroba Itu Ditemukan? Untuk memastikan keaslian temuan, para peneliti menggunakan teknik pencitraan mutakhir. Langkah ini penting guna memastikan bahwa mikroba tersebut benar-benar berasal dari batuan purba dan bukan akibat kontaminasi saat proses pengeboran atau analisis laboratorium. Tim peneliti memanfaatkan kombinasi spektroskopi inframerah, mikroskop elektron, dan mikroskop fluoresen. Metode tersebut memungkinkan mereka mengamati DNA mikroba sekaligus menganalisis protein yang terdapat pada lempung di sekelilingnya. Hasilnya menunjukkan bahwa sel-sel tersebut bukan hanya masih hidup, tetapi juga memang berasal dari lingkungan batuan tersebut. Mikroba ditemukan terperangkap rapat di celah-celah batu yang disegel oleh lapisan tanah liat. Retakan yang tertutup tanah liat itu membentuk penghalang alami, sehingga menciptakan ruang terisolasi yang melindungi mikroorganisme tersebut dari pengaruh luar. Apa Makna Penemuan Ini? Penemuan ini bukan sekadar pencapaian ilmiah, tetapi juga membuka peluang untuk memahami sejarah awal kehidupan di Bumi. Karena mikroba tersebut tersegel dan terisolasi dalam retakan batu selama waktu yang sangat panjang, para ilmuwan memiliki kesempatan langka untuk mempelajari bentuk kehidupan purba yang nyaris tidak berubah. Dengan menganalisis DNA dan genomnya, peneliti berharap dapat memperoleh gambaran lebih jelas tentang bagaimana kehidupan pertama berevolusi di planet ini. Selain itu, temuan ini juga memiliki implikasi besar dalam pencarian kehidupan di luar Bumi. Studi terhadap mikroba purba tersebut dapat membantu ilmuwan memahami kemungkinan keberadaan kehidupan awal di planet lain, termasuk dalam eksplorasi kehidupan ekstraterestrial di Mars.

Baca Juga