Jangan Asal Ikut Tren! Dokter Ungkap Bahaya Whitening Gigi Pakai Lemon dan Arang

Menu Atas

Jangan Asal Ikut Tren! Dokter Ungkap Bahaya Whitening Gigi Pakai Lemon dan Arang

Portal Andalas
Kamis, 01 Januari 2026
Bagikan:

Portalandalas.com - Tren memutihkan gigi yang ramai beredar di media sosial tidak selalu aman untuk dicoba. Beragam trik pemutihan gigi (teeth whitening hacks) justru berpotensi menimbulkan masalah serius pada kesehatan gigi. Sejumlah cara, seperti menyikat gigi menggunakan lemon, baking soda, atau arang aktif, kerap dipromosikan sebagai alternatif alami. Namun pada kenyataannya, metode tersebut tidak memberikan hasil efektif dan malah dapat merusak lapisan pelindung gigi. Enamel merupakan lapisan paling luar pada gigi yang berfungsi melindungi bagian dalamnya. Kerusakan pada enamel bersifat permanen dan dapat menimbulkan berbagai dampak, mulai dari meningkatnya sensitivitas gigi hingga warna gigi yang terlihat semakin menguning. “Alih-alih memutihkan, trik-trik ini justru memberikan efek sebaliknya,” ujar ahli bedah mulut dan maksilofasial, dr. Jason Auerbach, DDS, dikutip dari Parade, Selasa (30/12/2025). Ia menjelaskan, bahan bersifat asam seperti lemon tidak mampu menghilangkan noda pada gigi, tetapi justru mengikis enamel. Pendapat serupa disampaikan oleh dokter gigi kosmetik, dr. Yev Davydov. Menurutnya, penipisan enamel akan membuat lapisan dentin di bawahnya yang berwarna kekuningan semakin terlihat. Berikut lima metode pemutihan gigi yang sebaiknya tidak dilakukan menurut para dokter gigi. Lima cara memutihkan gigi yang sebaiknya dihindari Menggunakan lemon atau bahan asam Lemon sering dianggap sebagai bahan alami untuk memutihkan gigi. Padahal, kandungan asam di dalamnya dapat mengikis enamel. “Bahan asam seperti lemon tidak dapat menembus noda gigi. Justru, asam tersebut merusak enamel sehingga gigi terlihat lebih kuning,” jelas dr. Davydov. Enamel yang telah terkikis tidak dapat diperbaiki, sehingga gigi menjadi lebih sensitif dan tampak kusam. Baking soda sebagai bahan gosok Baking soda memiliki sifat abrasif. Penggunaannya secara langsung pada gigi dapat diibaratkan seperti menggosok gigi dengan amplas. Dalam jangka panjang, hal ini membuat permukaan gigi menjadi kasar dan lebih mudah ditempeli noda. “Menggosok gigi langsung dengan baking soda sama seperti mengamplas gigi,” ungkap dr. Auerbach. Ia menambahkan, enamel yang semakin menipis justru menyebabkan gigi lebih mudah berubah warna menjadi kuning seiring waktu. Arang aktif Pasta gigi berbahan arang aktif kerap diklaim mampu memutihkan gigi. Namun, hingga kini belum ada bukti ilmiah kuat yang mendukung klaim tersebut. Sebaliknya, partikel arang berpotensi menimbulkan goresan mikro pada enamel. “Tidak ada bukti kredibel bahwa arang aktif dapat memutihkan gigi, tetapi ada bukti bahwa bahan ini bisa merusak enamel,” tegas dr. Auerbach. Ia juga mengingatkan bahwa abrasi kecil akibat arang aktif dapat menyebabkan enamel rusak, gigi menjadi sensitif, dan warna gigi tampak lebih gelap. Menggunakan hidrogen peroksida tanpa pengawasan Hidrogen peroksida memang digunakan dalam prosedur pemutihan gigi profesional. Namun, pemakaian mandiri dengan kadar tinggi dapat memicu iritasi gusi hingga luka bakar kimia pada jaringan mulut. “Peroksida harus digunakan dengan konsentrasi yang aman dan di bawah pengawasan profesional,” kata dr. Auerbach. Terlalu sering melakukan pemutihan gigi Bahkan produk pemutih gigi komersial pun dapat menimbulkan masalah jika digunakan berlebihan. Pemakaian yang terlalu sering dapat menarik kelembapan dari gigi dan memicu sensitivitas terhadap suhu panas maupun dingin. “Penggunaan whitening secara berulang bisa menarik kelembapan dari gigi dan menyebabkan sensitivitas,” ujar dr. Davydov. Ia menyarankan agar pemutihan gigi dilakukan di klinik gigi dengan pendampingan tenaga profesional. Para dokter juga menekankan bahwa gigi putih tidak selalu menandakan gigi yang sehat. Dalam beberapa kondisi, warna gigi yang lebih gelap dipengaruhi oleh struktur gigi, posisi gigi, atau tambalan yang tidak sesuai, sehingga tidak dapat diatasi hanya dengan pemutihan. Daripada mencoba berbagai trik yang berisiko, menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara rutin serta melakukan pemeriksaan gigi berkala tetap menjadi langkah terbaik untuk mempertahankan kesehatan gigi.

Baca Juga